Memuat...

Kapolri: Kondisi Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Mulai Membaik, Polisi Dalami Motif dan Kemungkinan Keterlibatan Pihak Lain

Ameera
Sabtu, 8 November 2025 / 18 Jumadilawal 1447 20:04
Kapolri: Kondisi Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Mulai Membaik, Polisi Dalami Motif dan Kemungkinan Keterlibatan Pihak Lain
Kapolri: Kondisi Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Mulai Membaik, Polisi Dalami Motif dan Kemungkinan Keterlibatan Pihak Lain

JAKARTA (Arrahmah.id) - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa kondisi terduga pelaku ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, kini mulai menunjukkan perbaikan.

Remaja berusia 17 tahun yang merupakan salah satu siswa sekolah tersebut itu sebelumnya mengalami luka dan kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

“Untuk terduga pelaku kondisinya semakin membaik. Dan mudah-mudahan itu juga akan mempermudah kita nanti pada waktunya, apabila kita butuhkan,” ujar Jenderal Listyo dalam jumpa pers di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Timur, Sabtu (8/11).

Pernyataan itu disampaikan usai Kapolri menjenguk para korban yang masih menjalani perawatan medis.

Dari total 96 korban dalam peristiwa tersebut, 29 orang masih dirawat di beberapa rumah sakit, yakni 14 orang di RS Islam Cempaka Putih, 14 orang di RS Yarsi, dan 1 orang di RS Pertamina.

Sementara sebagian besar korban lainnya telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

“Sehingga total yang masih dirawat ada kurang lebih 29 dari 96. Dan sisanya kemarin sudah pulang,” tambah Listyo.

Kapolri menjelaskan bahwa meski satu orang terduga pelaku telah diidentifikasi, penyelidikan belum berhenti.

Aparat masih terus menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam aksi ledakan tersebut.

“Saat ini masih satu (terduga pelaku) yang kita dapati. Namun kita tidak berhenti di situ, kita terus melakukan penyisiran apakah ada pihak lain dan saat ini tim sedang bekerja,” tegasnya.

Selain itu, penyidik juga masih mendalami motif pelaku, termasuk kemungkinan adanya pengaruh paham atau konten tertentu yang dapat memicu aksi tersebut.

“Apakah terpapar suatu konten atau mungkin hal-hal yang membuat dia tertarik dan juga kaitannya dengan apa yang menjadi alasan untuk melakukan itu,” jelas Listyo.

Seperti diketahui, ledakan terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta pada Jumat (7/11) siang, ketika siswa dan guru sedang melaksanakan shalat Jumat di masjid sekolah.

Insiden tersebut menimbulkan kepanikan besar dan menyebabkan 54 orang mengalami luka-luka. Polisi telah menurunkan tim penjinak bom (Jibom) serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi bahan dan sumber ledakan.

Hingga kini, penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap motif, kronologi lengkap, serta memastikan apakah tindakan tersebut dilakukan sendiri oleh pelaku atau melibatkan pihak lain.

(ameera/arrahmah.id)