Memuat...

Kebakaran Hutan Suriah Meluas di Hari Kelima Akibat Angin Kencang

Hanin Mazaya
Selasa, 8 Juli 2025 / 13 Muharam 1447 06:56
Kebakaran Hutan Suriah Meluas di Hari Kelima Akibat Angin Kencang
Pemandangan udara menunjukkan petugas pemadam kebakaran Suriah berjuang melawan kebakaran hutan di provinsi pesisir Suriah, Latakia, 5 Juli 2025. (Foto: AFP)

LATAKIA (Arrahmah.id) - Para petugas pemadam kebakaran Suriah menghadapi angin kencang, suhu tinggi dan persenjataan yang tertinggal dari perang saudara selama 13 tahun ketika mereka mencoba memadamkan beberapa kebakaran hutan terburuk di negara tersebut untuk hari kelima, seorang menteri pemerintah mengatakan pada Senin (7/7/2025).

Kebakaran, yang dimulai pekan lalu, telah terbukti sulit untuk dikendalikan meskipun ada bala bantuan dari Yordania, Turki dan Lebanon yang datang ke negara yang dilanda perang tersebut untuk membantu tim-tim Suriah memerangi kobaran api.

Menteri Darurat dan Manajemen Bencana Suriah Raed Al-Saleh mengatakan bahwa tantangan utama mereka adalah dua lokasi di provinsi pesisir Latakia yang telah mereka coba kendalikan selama dua hari, lansir AP.

“Kami telah menguasai lokasi-lokasi lain,” kata Al-Saleh kepada The Associated Press di lokasi kejadian.

Pada hari kedua kebakaran, petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan 90 persen kebakaran hutan, namun ledakan dari sisa persenjataan perang dan angin kencang membantu menyebarkan api kembali, kata Al-Saleh. Ia menambahkan bahwa 120 tim sedang berjuang melawan api.

Pada Senin, tentara Lebanon mengatakan bahwa mereka mengirimkan dua helikopter untuk membantu memadamkan api dengan berkoordinasi dengan pihak berwenang Suriah.

Selama akhir pekan, tim PBB dikerahkan ke pantai Suriah di mana mereka melakukan penilaian mendesak untuk menentukan skala kerusakan dan mengidentifikasi kebutuhan kemanusiaan yang paling mendesak.

Kebakaran musim panas biasa terjadi di wilayah Mediterania timur, di mana para ahli memperingatkan bahwa perubahan iklim memperparah kondisi yang kemudian menyebabkan kebakaran.

Selain itu, curah hujan di bawah rata-rata selama musim dingin membuat warga Suriah berjuang dengan kekurangan air pada musim panas ini, karena mata air dan sungai yang biasanya memasok sebagian besar penduduk dengan air minum telah mengering. (haninmazaya/arrahmah.id)