PUNJAB (Arrahmah.id) - Burhan, yang dikenal dengan alias "Zaid", seorang komandan terkemuka dan tokoh kunci ISIS-Khorasan (ISIS-K), telah dibunuh oleh orang-orang bersenjata di daerah Patak, kota Akhtarabad, Punjab, Pakistan.
Komandan ISIS ini, yang memainkan peran operasional penting dalam struktur kelompok tersebut, telah aktif terlibat di wilayah timur Afghanistan selama bertahun-tahun dan dianggap sebagai salah satu tokoh berpengaruh dalam kelompok tersebut.
Pembunuhan Burhan telah menimbulkan kekhawatiran tentang keberadaan ISIS yang terlindungi dan terorganisir jauh di dalam wilayah Pakistan, lansir Tolo News (18/11/2025).
Wali Farozan, seorang analis urusan politik, menyatakan: "Saat ini, kendali ISIS-K berada di tangan ISI Pakistan. Kelompok ini menjalankan rencana CIA dan intelijen Pakistan di negara-negara tetangga, terutama Afghanistan dan India."
Zalmay Khalilzad, mantan Perwakilan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan, juga bereaksi terhadap insiden tersebut, menyebut pembunuhan komandan ISIS sebagai "kabar baik" dan berkata: "Kabar baik dari Pakistan: Dilaporkan seorang komandan senior ISIS-K, Burhan, yang juga dikenal sebagai Zaid, tewas di Patak, bagian dari kota Akhtarabad di Punjab."
Beberapa pakar politik dan militer meyakini bahwa pembunuhan tokoh-tokoh senior ISIS di wilayah Pakistan menandakan menguatnya kekuatan struktural kelompok tersebut di negara tersebut, sebuah isu yang berulang kali diangkat oleh lembaga-lembaga regional dan internasional, meskipun secara konsisten dibantah oleh Pakistan.
Para pakar memperingatkan bahwa kehadiran komandan senior ISIS di Punjab dan wilayah lain di Pakistan menimbulkan ancaman langsung tidak hanya bagi Afghanistan tetapi juga bagi keamanan regional secara keseluruhan.
Mereka berpendapat bahwa berlanjutnya insiden-insiden semacam itu menyoroti kebutuhan mendesak akan peninjauan serius terhadap kebijakan kontraterorisme Pakistan.
Sarwar Niazi, pakar urusan militer, juga berkomentar: "Tampaknya Pakistan sekali lagi meluncurkan proyek untuk mencapai tujuannya di Afghanistan melalui ISIS dan menggunakan kelompok tersebut untuk melawan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP)."
Ini bukan pertama kalinya komandan senior ISIS-K menjadi sasaran di Pakistan. Dalam beberapa bulan dan tahun terakhir, beberapa anggota kunci kelompok tersebut telah terbunuh di berbagai wilayah Pakistan, tetapi pemerintah secara konsisten berusaha mengecilkan atau menyembunyikan insiden-insiden ini.
Meskipun demikian, terulangnya peristiwa semacam itu menunjukkan bahwa sebagian wilayah Pakistan telah menjadi tempat berlindung yang aman bagi pergerakan dan pengorganisasian komandan ISIS, sebuah perkembangan yang meningkatkan kekhawatiran keamanan regional dan menimbulkan pertanyaan serius tentang pendekatan kontraterorisme Islamabad. (haninmazaya/arrahmah.id)
