Memuat...

Khawatirkan Perang Regional, Netanyahu Desak Trump Tunda Serangan Iran

Hanoum
Sabtu, 17 Januari 2026 / 28 Rajab 1447 05:10
Khawatirkan Perang Regional, Netanyahu Desak Trump Tunda Serangan Iran
Foto ilustrasi. [Foto: The Australian]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu dilaporkan telah meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda rencana serangan militer terhadap Iran, sambil memperingatkan potensi konsekuensi serius bagi stabilitas regional jika konflik meluas, menurut beberapa sumber pidato pejabat dan laporan media internasional.

Permintaan itu disampaikan melalui panggilan telepon antara Netanyahu dan Trump pada Rabu (15/1/2026), seperti dilansir YNet (16/1), di tengah meningkatnya ketegangan setelah protes besar-besaran di Iran dan ancaman militer oleh Washington.

Laporan oleh The New York Times yang dikutip media internasional menyebut Netanyahu meminta Trump untuk “menunda setiap rencana aksi militer terhadap Iran”, dengan alasan bahwa serangan saat ini dapat memicu konflik yang jauh lebih luas dan berbahaya.

Permintaan serupa juga datang dari beberapa negara Arab seperti Qatar, Arab Saudi, Oman, dan Mesir, yang memperingatkan bahwa tindakan militer terhadap Teheran bisa merembet menjadi perang regional yang sulit dikendalikan.

Sementara itu, Gedung Putih menanggapi dengan pernyataan resmi yang lebih hati-hati, menyebut bahwa semua opsi terhadap Iran tetap dipertimbangkan namun fokus saat ini adalah pada pengawasan situasi di lapangan, termasuk intimidasi terhadap demonstran di Iran dan potensi dampaknya terhadap keamanan regional.

Trump sendiri telah memberi isyarat ketidakpastian tentang serangan militer; ia menyatakan baru-baru ini bahwa ia “memutuskan untuk tidak menyerang Iran saat ini”, meski tidak sepenuhnya mengesampingkan opsi tersebut di masa depan.

Pernyataan Trump tersebut muncul dalam konteks laporan bahwa Teheran menghentikan eksekusi massal para demonstran, sesuatu yang diklaimnya mengurangi kebutuhan langsung akan aksi militer AS.

Permintaan Netanyahu menunda serangan Iran menandai pergeseran diplomatik yang tidak terduga, mengingat sebelumnya Israel sering kali mendorong langkah keras terhadap Teheran, terutama terkait program nuklir dan dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok proxy di kawasan.

Keprihatinan Tel Aviv kini mencerminkan kekhawatiran atas kesiapan militer Israel sendiri dan risiko pembalasan Iran, yang dapat memperluas konflik jauh melebihi target awal serangan.

Panggilan tersebut terjadi di tengah laporan bahwa kepala badan intelijen 'Israel', Mossad, telah tiba di Washington untuk konsultasi terkait ketegangan Iran, yang menunjukkan koordinasi tingkat tinggi antara kedua sekutu dalam menghadapi potensi eskalasi.

Belum ada pernyataan langsung dari Netanyahu atau Trump yang secara resmi mengonfirmasi isi percakapan tersebut; kedua pemimpin menahan diri dari memberikan rincian lengkap kepada publik. Namun laporan ini mencerminkan upaya diplomatik luas di pihak sekutu AS dan 'Israel' untuk menyeimbangkan tekanan militer dengan risiko geopolitik yang jauh lebih besar di wilayah Timur Tengah. (hanoum/arrahmah.id)

 

 

IranHeadlineAmerika SerikatIsraelpresidenbenjamin netanyahuperdana menteridonald trump