Memuat...

Korban Gugur di Gaza Diperkirakan Lampaui 100.000, Harapan Hidup Turun Hampir Setengah

Zarah Amala
Rabu, 26 November 2025 / 6 Jumadilakhir 1447 10:15
Korban Gugur di Gaza Diperkirakan Lampaui 100.000, Harapan Hidup Turun Hampir Setengah
Pasukan 'Israel' menewaskan dan melukai lebih dari 100 warga Palestina dalam serangan udara terbaru di Gaza. (Foto: media sosial, via QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Sebuah studi demografis internasional menyatakan bahwa jumlah korban gugur di Jalur Gaza kemungkinan telah melampaui 100.000 orang sejak dimulainya agresi militer 'Israel' pada Oktober 2023. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa harapan hidup penduduk Gaza pada 2024 turun hampir setengah dari tingkat normal sebelum perang.

Studi itu dilakukan oleh Max Planck Institute for Demographic Research (MPIDR) di Jerman dan Centre for Demographic Studies (CED) di Barcelona. Dalam siaran persnya, MPIDR menyebutkan bahwa estimasi awal menunjukkan 78.318 orang tewas antara 7 Oktober 2023 dan akhir 2024 sebagai dampak langsung konflik. Analisis lanjutan memperkirakan bahwa pada 6 Oktober 2025, angka kematian kemungkinan telah melampaui 100.000.

Para peneliti menggunakan metode pemodelan pseudo-Bayesian untuk menganalisis dampak perang terhadap tingkat kematian, dengan mempertimbangkan ketidakpastian data yang besar. Estimasi tersebut didasarkan pada data publik dari Kementerian Kesehatan Gaza, lembaga HAM 'Israel' B’Tselem, OCHA, UN-IGME, dan Biro Pusat Statistik Palestina.

Menurut laporan itu, harapan hidup di Gaza anjlok drastis akibat tingginya angka kematian. Harapan hidup turun 44 persen pada 2023 dan 47 persen pada 2024 dibandingkan kondisi tanpa perang, setara dengan kehilangan puluhan tahun usia hidup. Sebelum konflik, harapan hidup tercatat 77 tahun untuk perempuan dan 74 tahun untuk laki-laki. Pada 2024, proyeksi turun menjadi 46 tahun bagi perempuan dan 36 tahun bagi laki-laki.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa distribusi usia dan jenis kelamin korban gugur serupa dengan pola demografis yang ditemukan dalam beberapa genosida yang didokumentasikan badan PBB. Sekitar 27 persen korban diperkirakan anak-anak di bawah usia 15 tahun, dan sekitar 24 persen perempuan.

Para peneliti menegaskan bahwa angka ini hanya mencakup kematian langsung akibat konflik. Dampak tidak langsung seperti kelaparan, minimnya layanan kesehatan, wabah penyakit, serta runtuhnya infrastruktur sipil diperkirakan meningkatkan jumlah korban jauh lebih besar.

Kementerian Kesehatan Gaza sebelumnya melaporkan 68.858 kematian dan 170.664 luka-luka sejak Oktober 2023. Namun berbagai penelitian menemukan bahwa angka resmi kemungkinan lebih rendah dari kenyataan karena banyak korban belum tercatat, termasuk yang terkubur di bawah reruntuhan.

Laporan tersebut menyoroti bahwa lebih dari 90 persen populasi Gaza telah mengungsi dan sekitar 85 persen rumah sakit, sekolah, dan bangunan tempat tinggal hancur, menyebabkan krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. (zarahamala/arrahmah.id)