Memuat...

Kronologi Penculikan Bilqis: Dijual Rp 3 Juta, Ditemukan di Jambi

Ameera
Ahad, 9 November 2025 / 19 Jumadilawal 1447 21:50
Kronologi Penculikan Bilqis: Dijual Rp 3 Juta, Ditemukan di Jambi
Kronologi Penculikan Bilqis: Dijual Rp 3 Juta, Ditemukan di Jambi

MAKASSAR (Arrahmah.id) – Dwi Nur Mas alias Dimas (34) mengalami hari-hari penuh kecemasan setelah putrinya, Bilqis (4), dilaporkan hilang di Taman Pakui Sayang, Kota Makassar.

Selama hampir sepekan, Dimas diliputi perasaan campur aduk antara harapan dan ketakutan. Namun pencarian panjang itu berakhir bahagia, setelah Bilqis ditemukan dalam keadaan selamat di Kota Jambi.

“Perasaan saya ini sudah campur aduk, tidak tahu di mana ini anakku,” ujar Dimas dengan suara bergetar, Jumat (7/11/2025).

Sebagai seorang ayah, Dimas mengaku hatinya yakin Bilqis masih berada di Makassar, meskipun berbagai informasi di media sosial sempat menyebutkan bahwa anaknya telah dibawa ke Pulau Jawa.

“Perasaan saya masih ada, tapi orang-orang bilang ada mi di Jawa. Hati nurani saya merasa masih ada di Makassar,” katanya.

Ia bahkan menyampaikan keikhlasannya untuk memaafkan pelaku, asalkan putrinya dikembalikan dalam keadaan sehat.

“Saya cuma mau anakku kembali. Tolong kembalikan anak kami. Kami akan ikhlas menerima anak kami sehat-sehat, kami tidak akan macam-macam,” ucapnya dengan nada haru.

Kronologi Hilangnya Bilqis

Peristiwa itu terjadi pada Ahad, 3 November 2025 sekitar pukul 08.05 Wita. Saat itu, Dimas membawa Bilqis bermain di Taman Pakui Sayang. Awalnya mereka duduk bersama sambil bermain ponsel, hingga Bilqis meminta izin bermain di area playground dekat lapangan tenis.

“Bosan main HP, dia minta izin main ke sebelah lapangan tenis,” tutur Dimas.

Sekitar pukul 09.00 Wita, Dimas masih memantau anaknya sambil melatih tenis. Ia terus memanggil Bilqis beberapa kali, namun di panggilan ketiga, sang anak tak lagi menjawab.

“Saya langsung berhenti main dan mencari, tapi tidak ada mi jejaknya,” ujarnya.

Dimas dan istrinya kemudian menyisir seluruh area taman hingga ke Jalan Pettarani dan Jalan Pelita, namun hasilnya nihil.

Keesokan harinya, rekaman CCTV dari sebuah kafe di sekitar taman menunjukkan sosok seorang perempuan menggandeng Bilqis.

Dari rekaman lain, terlihat perempuan tersebut sempat berganti penampilan.

“Awalnya pakai hijab waktu di taman, tapi di CCTV Sungai Saddang dia sudah buka hijabnya, sementara anakku dipakaikan topi,” kata Dimas.

Bilqis Ditemukan di Jambi

Setelah enam hari pencarian, Bilqis akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di Jambi.

Pantauan di Mapolrestabes Makassar, Minggu (9/11/2025), sekitar pukul 14.10 Wita, Bilqis tiba dengan pengawalan ketat.

Suasana haru pecah saat keluarga menyambut kedatangannya. Tangis bahagia mewarnai pertemuan antara ayah dan anak setelah hampir seminggu terpisah.

“Alhamdulillah kami sudah dapat informasi, Bilqis sudah aman di Polsek, sisa kita tunggu anakku tiba di Makassar,” ungkap Dimas dengan lega.

“Ditemukan di Jambi katanya alhamdulillah dalam keadaan sehat, selamat,” tambahnya.

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana membenarkan penemuan Bilqis dan menyampaikan bahwa polisi akan merilis detail pengungkapan kasus tersebut.

“Insyaallah akan kita rilis hari Senin. Termasuk nanti detail pengungkapannya dan berapa tersangkanya,” ujarnya.

Pelaku Mengaku Menjual Bilqis Rp 3 Juta

Polisi kemudian menangkap pelaku utama penculikan, Sri Yuliana alias Ana (30). Dalam pemeriksaan, Ana mengaku telah menjual Bilqis kepada seorang perempuan yang dikenalnya melalui media sosial.

“Awalnya mau dirawat dengan baik, tapi karena butuh uang, jadi tanggal 3 itu saya jual,” kata Ana di Polrestabes Makassar, Sabtu (8/11/2025) malam.

Menurut pengakuannya, pembeli menawarkan Rp 3 juta, dan sempat mentransfer Rp 500 ribu ke rekeningnya.

Ana juga mengaku tak mengetahui bahwa Bilqis kemudian dibawa hingga ke Jambi.

“Saya juga tidak tahu kalau dia jual kembali ke sana, sampai ke Jambi. Saya juga kaget,” ucapnya.

Kasus yang Mengguncang Publik

Kasus penculikan Bilqis ini menyita perhatian publik, tidak hanya karena korban masih balita, tetapi juga karena modus penjualan anak di bawah umur yang begitu kejam.

Polisi terus mendalami kemungkinan adanya jaringan perdagangan anak lintas daerah yang terlibat.

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap modus serupa di ruang publik, terutama yang melibatkan anak-anak. Kejadian ini menjadi pengingat betapa pentingnya pengawasan orang tua dan keamanan di tempat umum.

(ameera/arrahmah.id)