Memuat...

Laporan Baru Ungkap 25 Negara Pasok 21 Juta Ton BBM ke 'Israel' Selama Genosida Gaza

Zarah Amala
Sabtu, 15 November 2025 / 25 Jumadilawal 1447 11:15
Laporan Baru Ungkap 25 Negara Pasok 21 Juta Ton BBM ke 'Israel' Selama Genosida Gaza
Sebuah laporan baru mengungkapkan bahwa lebih dari 20 juta ton minyak dan bahan bakar dipasok ke 'Israel' selama perang genosida di Gaza. (Foto: via Oil Change)

GAZA (Arrahmah.id) - Oil Change International (OCI) melaporkan bahwa sebanyak 25 negara telah mengirim 323 pengiriman minyak mentah dan produk olahan ke 'Israel' sejak November 2023 hingga Oktober 2025, dengan total 21,2 juta ton. Pasokan tersebut berlangsung selama dua tahun serangan militer 'Israel' yang menurut berbagai lembaga internasional memenuhi unsur genosida di Jalur Gaza.

Dalam laporan berjudul Behind the Barrel: An Update on the Origins of Israel’s Fuel Supply, OCI menyatakan bahwa data tersebut menunjukkan hubungan erat antara pemasok bahan bakar fosil dan konflik bersenjata internasional. Pasokan itu termasuk bahan bakar jet JP-8 yang digunakan untuk pesawat militer 'Israel'.

Menurut OCI, Azerbaijan, Kazakhstan, Rusia, dan Amerika Serikat menjadi pemasok utama minyak mentah dan produk olahan. Bukti juga menunjukkan bahwa minyak Brasil kemungkinan tetap sampai ke 'Israel' secara tidak langsung melalui kilang Sarroch di Sardinia, Italia.

Laporan tersebut mencatat keterlibatan negara-negara Arab, secara langsung atau tidak langsung, dalam menopang pasokan energi 'Israel' melalui jalur transit, pencampuran minyak, atau re-ekspor dari kilang. OCI menilai keterlibatan ini berlawanan dengan retorika diplomatik sejumlah pemerintah Arab yang mengkritik tindakan 'Israel' di Gaza.

Dirilis di sela COP30 di Brasil, laporan itu mengungkap bahwa Azerbaijan melalui Turki serta Kazakhstan melalui Rusia menyuplai sekitar 70 persen minyak mentah 'Israel'. Rusia tercatat sebagai pemasok terbesar bahan bakar olahan, sementara Amerika Serikat menjadi satu-satunya pemasok bahan bakar jet militer JP-8, mengirim sembilan pengiriman dengan total 360.000 ton dari kilang Valero di Texas.

Negara pemasok lain termasuk Brasil, Gabon, Nigeria, serta Yunani, Italia, dan Siprus untuk produk olahan.

OCI menyoroti bahwa pasokan bahan bakar terus dikirim meski Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan tindakan 'Israel' bertentangan dengan hukum internasional dan sebuah komisi PBB menyimpulkan bahwa 'Israel' melakukan genosida. “Negara-negara memiliki kewajiban moral dan legal untuk segera menghentikan aliran bahan bakar ini,” kata Bronwen Tucker dari OCI.

Laporan itu juga mengutip pendapat hukum dari Dr. Irene Pietropaoli dari British Institute of International and Comparative Law, yang menegaskan bahwa negara-negara wajib mencegah keterlibatan dalam genosida sebagaimana diatur dalam Konvensi Genosida. Ia menyatakan bahwa bantuan militer atau dukungan lain yang memfasilitasi operasi 'Israel' dapat menempatkan negara pada risiko ikut terlibat dalam genosida.

Pada Agustus 2024, Presiden Kolombia Gustavo Petro menghentikan ekspor batu bara ke 'Israel' dengan alasan penggunaannya dalam persenjataan yang menyerang warga Gaza. Pada September 2025, Komisi Investigasi PBB menyerukan penghentian transfer senjata dan bahan bakar jet ke 'Israel' atau negara ketiga yang terlibat dalam operasi militer yang berpotensi terkait genosida.

Sejak 7 Oktober 2023, lebih dari 69.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 170.000 terluka akibat serangan 'Israel' di Gaza. Blokade yang diberlakukan 'Israel' juga menyebabkan kelaparan meluas di wilayah tersebut. 'Israel' kini tengah diselidiki oleh ICJ dan sejumlah pejabatnya, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menjadi target penyelidikan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). (zarahamala/arrahmah.id)