IDLIB (Arrahmah.id) — Sebuah ledakan di gudang amunisi di Suriah utara pada hari Kamis (24/7/2025) menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai banyak orang, kata tim penyelamat dan pemantau setempat.
Belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab ledakan di Provinsi Idlib. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, sebuah pemantau perang, mengatakan ledakan itu terjadi di sebuah gudang amunisi.
Pertahanan Sipil Suriah, yang juga dikenal sebagai White Helmets, juga mengatakan ledakan di Idlib, di kota Maarat Misrin, menghantam sebuah gudang amunisi.
“Tim kami sedang berupaya mengevakuasi jenazah korban tewas, merawat korban luka, dan memadamkan api di lokasi ledakan besar sebuah gudang amunisi,” kata White Helmets dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AP (24/7).
Televisi pemerintah Al Ikhbariya menyebut ledakan itu melibatkan "sisa-sisa perang", kemungkinan itu merupakan senjata dan amunisi yang tersisa dari perang saudara Suriah yang telah berlangsung hampir 14 tahun. Laporan televisi tersebut tidak memberikan detail lebih lanjut.
Menteri Darurat dan Manajemen Bencana Suriah, Raed al-Saleh, mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa tim sedang mengangkut korban luka dan tewas meskipun ledakan terus berulang di daerah tersebut, yang menghambat upaya tanggap darurat.
Kantor berita pemerintah, SANA, melaporkan bahwa selain tujuh orang yang tewas, 157 orang lainnya luka-luka, mengutip pejabat kesehatan. (hanoum/arrahmah.id)
