Memuat...

Mantan diplomat Mesir ditangkap setelah menyeru referendum atas Sisi

Althaf
Jumat, 24 Agustus 2018 / 13 Zulhijah 1439 19:02
Mantan diplomat Mesir ditangkap setelah menyeru referendum atas Sisi
A poster show a placard with the faces of Egypt's ousted President Hosni Mubarak (L) and presidential candidate and former army chief Abdel Fattah al-Sisi is seen by activists during a protest against sisi and a law restricting demonstrations as well as the crackdown on activists, in downtown Cairo May 24, 2014. Egyptians vote this week in an election expected to make former army chief Abdel Fattah al-Sisi president, marking a revival of strongman rule three years after the downfall of Hosni Mubarak. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh (EGYPT - Tags: POLITICS CIVIL UNREST) - RTR3QORM

KAIRO (Arrahmah.com) - Pihak berwenang Mesir menangkap mantan diplomat dan dua orang lainnya di Kairo dalam menghadapi protes yang direncanakan di Tahrir Square yang menyerukan referendum tentang pemerintahan Presiden Abdel Fattah Al-Sisi.

Penangkapan Maasoum Marzouk pada Kamis (23/8/2018) terjadi setelah dia juga mengusulkan pembebasan semua tahanan politik, pembentukan dewan pemerintahan transisi, dan larangan 10 tahun pencalonan politik bagi siapa saja yang bertugas di pemerintahan atau parlemen selama 10 tahun terakhir.

Marzouk menyatakan dalam pernyataan 5 Agustus bahwa jika inisiatifnya tidak diterima, dia akan mengadakan "konferensi populer" di Tahrir Square pada 31 Agustus untuk "mendiskusikan langkah selanjutnya". Tahrir Square adalah episentrum pemberontakan massal tahun 2011 yang menyebabkan jatuhnya mantan Presiden Hosni Mubarak.

Marzouk, yang bertugas di pasukan khusus tentara Mesir, adalah seorang veteran perang tahun 1973 melawan 'Israel'. Dia juga mantan duta besar Mesir untuk Uganda, Finlandia dan Estonia, dan asisten menteri urusan luar negeri di bawah Mubarak.

Dia baru-baru ini membantu mendirikan Partai Demokrasi Rakyat dan menjabat sebagai penasihat dan juru bicara kampanye presiden Hamdeen Sabbahi, seorang kandidat sayap kiri yang melawan Al-Sisi pada pemilu 2014.

Mengikuti pernyataannya, keluhan diajukan terhadap Marzouk dengan tuduhan termasuk "menghina negara" dan "mempromosikan kekacauan".

Khaled Ali, pengacara Marzouk, mengatakan petugas polisi mengepung rumahnya di Kairo dan membawanya ke sebuah lokasi yang tidak diketahui.

Dia juga menegaskan penangkapan ekonom Raed Salama dan profesor geologi Yahia Kazzaz pada Kamis (23/8). Tuduhan terhadap mereka tetap tidak jelas.

Sisi memenangkan masa jabatan empat tahun kedua pada bulan April setelah mengamankan 97 persen suara dalam pemilihan presiden.

Pemilihan ini dikritik sebagai pertunjukan satu orang tanpa oposisi yang kredibel. Setidaknya enam kandidat lainnya dipenjara, diadili, atau ditarik keluar dari kancah pemilihan. (Althaf/arrahmah.com)