SIDOARJO (Arrahmah.id) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) siap digunakan untuk pembangunan ulang gedung Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang sebelumnya ambruk dan menewaskan puluhan santri.
Menurut Purbaya, pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran yang dapat segera digunakan apabila proses administrasi dari kementerian teknis sudah diajukan secara resmi dan disetujui.
“Pada dasarnya uangnya ada. Kalau menteri itu mengajukan, bisa dijalankan dengan cepat,” ujar Purbaya di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Senin (10/11).
Ia mengaku telah berdiskusi dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo terkait rencana pembangunan tersebut. Namun, keputusan pelaksanaan tetap menunggu pengajuan resmi dari kementerian terkait.
“Yang runtuh itu ya? Saya enggak tahu akhirnya seperti apa. Tapi saya sudah, kalau saya sudah diskusi dengan Menteri PU,” ujarnya.
Meski begitu, Purbaya mengaku belum mengetahui secara detail perkembangan terakhir terkait proyek pembangunan ulang itu.
“Detail akhirnya saya tahu seperti apa yang belum diskusi lebih lanjut, tapi saya sih bilang uangnya ada,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Sidoarjo, Nursuliantoro, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan melakukan groundbreaking pembangunan gedung baru Pondok Pesantren Al Khoziny pada 25 November 2025 mendatang.
Gedung baru tersebut akan dibangun di lokasi baru, yakni di Jalan Antartika, Desa Siwalanpanji, Sidoarjo.
Sebagai informasi, insiden ambruknya bangunan tiga lantai Ponpes Al Khoziny pada Senin (29/9) lalu menewaskan 63 santri dan melukai puluhan lainnya.
Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat proses pemulihan dan pembangunan kembali fasilitas pendidikan tersebut demi menjamin keberlanjutan kegiatan belajar para santri.
(ameera/arrahmah.id)
