Memuat...

Militer 'Israel' Klaim Tewaskan Beberapa Komandan Hamas

Hanoum
Senin, 7 Juli 2025 / 12 Muharam 1447 03:33
Militer 'Israel' Klaim Tewaskan Beberapa Komandan Hamas
Foto ilustrasi. [Foto: X]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Militer 'Israel' mengeklaim telah membunuh sejumlah komandan kelompok perlawanan Palestina Hamas di Gaza, Ahad (6/7/2025).

Dalam sebuah pernyataan, militer 'Israel' mengaku telah membunuh Ramzi Ramadan Abd Ali Saleh, komandan pasukan laut Hamas di utara Gaza.

Dilansir Al Jazeera (6/7), 'Israel' juga mengeklaim telah membunuh komandan Hamas lainnya, termasuk Hisham Ayman Atiya Mansour, wakil kepala unit mortir Hamas, dan Nissim Muhammad Suleiman Abu Sabha, yang diduga merupakan anggota kelompok yang sama.

Di tengah serangan membabi buta 'Israel' ke wilayah Gaza, sebuah proposal terbaru untuk gencatan senjata mengemuka. Proposal tersebut mengusulkan gencatan senjata selama 60 hari.

Hamas mengumumkan telah merespons positif terhadap usulan gencatan senjata selama 60 hari dengan 'Israel' di Gaza. Respons itu membuka jalan kesepakatan untuk menghentikan konflik yang gagal selama beberapa bulan belakangan ini.

"Hamas telah memberikan tanggapan positif kepada para mediator, dan gerakan tersebut sepenuhnya siap untuk segera memasuki putaran negosiasi mengenai mekanisme penerapan kerangka kerja ini," kata kelompok tersebut, seperti dikutip dari CNN.

Respons positif Hamas ini diberikan setelah sebelumnya 'Israel' menerima draf gencatan senjata yang disponsori AS.

Respons positif kedua belah pihak itu berarti menimbulkan harapan baru; Hamas-Israel siap memasuki negosiasi akhir yang terperinci sebelum kesepakatan gencatan senjata secara resmi dicapai.

Bishara Bahbah, seorang yang menjembatani diskusi antara Palestina-Amerika yang telah melakukan diskusi langsung dengan Hamas, memuji tanggapan kelompok tersebut.

Melalui akun Facebooknya, ia berharap perang terkutuk antara 'Israel' dengan Hamas yang telah menewaskan ribuan orang ini cepat selesai.

Ia mengatakan Hamas telah memperkenalkan amandemen yang dianggap perlu.

"Menurut pandangan saya, amandemen ini tidak akan menghalangi tercapainya kesepakatan gencatan senjata dalam minggu mendatang, Insya Allah," katanya. (hanoum/arrahmah.id)