Memuat...

MUI Serukan Salat Ghaib untuk Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kutuk Serangan "Israel"

Ameera
Rabu, 1 April 2026 / 13 Syawal 1447 21:28
MUI Serukan Salat Ghaib untuk Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kutuk Serangan "Israel"
MUI Serukan Salat Ghaib untuk Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kutuk Serangan "Israel"

JAKARTA (Arrahmah.id) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan salat ghaib bagi tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian dunia di Lebanon.

Seruan ini disampaikan sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa atas pengabdian para prajurit.

Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, mengajak umat Islam untuk mendoakan para prajurit agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Saya mendoakan perjuangannya menjaga perdamaian mendapat anugerah syahid dan semua dosanya diampuni oleh Allah SWT. Mari kita doakan dan dilaksanakan salat ghaib untuk almarhum,” ujar Kiai Cholil di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Adapun tiga personel TNI yang gugur adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan.

Mereka meninggal dunia akibat serangan militer Israel Defense Forces di Lebanon Selatan saat menjalankan tugas sebagai bagian dari Satuan Tugas Kontingen Garuda dalam misi penjaga perdamaian PBB, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), pada Ahad (29/3/2026).

Duka dan Doa untuk Pahlawan Perdamaian

Seruan salat ghaib ini menjadi bentuk solidaritas spiritual umat Islam atas gugurnya prajurit yang tengah menjalankan misi kemanusiaan internasional.

MUI menilai pengorbanan ketiga prajurit tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga perdamaian global yang sejalan dengan nilai-nilai Islam.

Kiai Cholil berharap doa bersama ini dapat menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan sekaligus bentuk penghormatan bangsa terhadap jasa para prajurit yang telah berkorban di medan tugas.

Kutuk Keras Serangan "Israel"

Dalam pernyataannya, MUI juga menyesalkan dan mengutuk keras tindakan militer Israel yang dinilai brutal karena menyerang pasukan penjaga perdamaian. Serangan tersebut disebut sebagai tindakan tidak terpuji yang menyebabkan gugurnya personel TNI yang sedang menjalankan mandat internasional.

Desak OKI dan PBB Bertindak

MUI turut mendesak Organisation of Islamic Cooperation (OKI) untuk mengambil peran aktif dalam menghentikan kezaliman dan praktik penjajahan di wilayah konflik.

“Meminta kepada organisasi muslim dunia (OKI) untuk aktif mencegah kezaliman dan penjajahan,” ujar Kiai Cholil.

Selain itu, MUI juga meminta United Nations (PBB) agar lebih tegas dalam menegakkan keadilan, menjaga kedaulatan negara, serta memastikan stabilitas dan perdamaian dunia.

Seruan Solidaritas Umat

Seruan salat ghaib ini diharapkan dapat menggugah kesadaran umat Islam untuk terus mendoakan para korban sekaligus memperkuat solidaritas kemanusiaan di tengah konflik global yang masih berlangsung.

Tragedi gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon tidak hanya menjadi duka nasional, tetapi juga momentum untuk mempererat persatuan umat dalam mendoakan serta memperjuangkan perdamaian dunia.

(ameera/arrahmah.id)