Memuat...

Muttaqi: Pakistan Meminta Afghanistan Menjamin Keamanannya

Hanin Mazaya
Senin, 10 November 2025 / 20 Jumadilawal 1447 16:59
Muttaqi: Pakistan Meminta Afghanistan Menjamin Keamanannya
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Menteri Luar Negeri Imarah Islam Afghanistan, Amir Khan Muttaqi, menekankan bahwa alasan utama kegagalan perundingan antara Kabul dan Islamabad adalah tuntutan delegasi Pakistan yang tidak masuk akal.

Sambil menekankan pentingnya hubungan baik dengan Pakistan, Muttaqi memperingatkan bahwa setiap pelanggaran integritas teritorial Afghanistan akan mendapat respons tegas.

Berbicara pada upacara wisuda Institut Diplomasi Kementerian Luar Negeri, Muttaqi mengatakan: “Perwakilan Pakistan mengajukan tuntutan selama negosiasi yang tidak praktis maupun masuk akal. Salah satu tuntutan mereka adalah: 'Beri kami jaminan bahwa tidak akan ada lagi insiden keamanan di Pakistan.'”

Ia menegaskan kembali bahwa Imarah Islam Afghanistan menginginkan keterlibatan dan hubungan persahabatan dengan Pakistan berdasarkan rasa saling menghormati. Namun, ia memperingatkan bahwa jika pihak-pihak tertentu mencoba melaksanakan proyek yang bertentangan dengan kedaulatan Afghanistan, Imarah Islam sepenuhnya siap untuk mempertahankan integritas teritorialnya, lansir Tolo News (10/11/2025).

"Upaya kita ditujukan untuk membawa kebaikan bagi mereka. Seorang Muslim seharusnya membawa manfaat bagi Muslim lainnya. Namun, jika kalangan tertentu melaksanakan proyek semacam itu, maka Afghanistan juga berhak membela diri, dan mereka akan melakukannya," tambah Menlu.

Muttaqi lebih lanjut mencatat bahwa masalah Pakistan sudah ada sejak lama, tetapi kini negara tersebut mencoba mengaitkannya dengan Afghanistan.

Ia berkata: "Masalah Pakistan bukanlah hal baru. Tidakkah Anda tahu bahwa TTP telah aktif di Pakistan selama 25 tahun terakhir? Bukankah pemerintah Pakistan sendiri menyatakan bahwa 70 hingga 80 ribu rakyatnya terbunuh selama dua dekade konflik terakhir?"

Menlu Imarah Islam tersebut mengatakan bahwa Pakistan menggunakan kekuatannya untuk menekan Afghanistan dengan menutup jalur perdagangan dan memanipulasi isu-isu terkait pengungsi. (haninmazaya/arrahmah.id)