Memuat...

Nama Bayi Yahya Sinwar Picu Keributan di Bangsal Bersalin Jerman

Zarah Amala
Rabu, 6 Agustus 2025 / 13 Safar 1447 09:00
Nama Bayi Yahya Sinwar Picu Keributan di Bangsal Bersalin Jerman
Rumah sakit telah membagikan foto dewan tersebut di Instagram, yang memicu gelombang komentar kritis dan ekspresi terkejut [Screengrab/Instagram/ Ukl_geburtsmedizin]

LEIPZIG (Arrahmah.id) - Nama mendiang pemimpin politik Hamas, Yahya Sinwar, memicu kontroversi di Jerman setelah muncul di papan sambutan bayi baru lahir di Rumah Sakit Universitas Leipzig.

Setiap hari, rumah sakit tersebut menampilkan papan yang mencantumkan nama-nama bayi yang baru lahir dengan ucapan “Selamat datang”, biasanya mencakup nama-nama umum seperti Matteo, Emma, Lukas, atau Mohammed.

Namun pada Ahad (3/8/2025), staf rumah sakit menambahkan nama "Yahya Sinwar" secara lengkap ke dalam daftar tersebut, nama pemimpin Hamas yang dilaporkan gugur dalam serangan 'Israel' di Gaza pada Oktober 2024. Hal ini memicu keterkejutan dan “ketidaknyamanan” bagi sebagian orang yang melihatnya.

Kontroversi makin memanas ketika dilaporkan bahwa seorang staf bahkan menggambar simbol hati di atas huruf "i" dalam nama tersebut.

Rumah sakit sempat membagikan foto papan itu di akun Instagram mereka, yang kemudian diserbu komentar-komentar kritis dan ekspresi kaget. Menyadari reaksi yang muncul, pihak rumah sakit segera mengeluarkan permintaan maaf resmi, menyatakan bahwa staf yang bertugas tidak mengetahui signifikansi politik dari nama tersebut.

“Dalam kasus ini, staf yang mengunggah gambar tersebut tidak menyadari bahwa nama itu saat ini terkait dengan sosok politik terkenal dalam konteks geopolitik yang sangat sensitif,” ujar juru bicara rumah sakit, Jörn Glassner, kepada surat kabar Jerman Bild.

Pihak rumah sakit mengakui bahwa unggahan itu mungkin telah menimbulkan "perasaan tidak nyaman atau terganggu", dan menyampaikan "permintaan maaf tulus kepada siapa pun yang merasa tersinggung atau terprovokasi oleh unggahan tersebut."

“Kami akan menjadikan insiden ini sebagai momen evaluasi terhadap prosedur internal kami, agar lebih sensitif dalam menangani isu-isu serupa di masa mendatang,” tambah pihak rumah sakit.

Siapa Yahya Sinwar dan Mengapa Namanya Kontroversial?

Yahya Sinwar adalah kepala biro politik Hamas di Jalur Gaza yang dinyatakan gugur pada 18 Oktober 2024, setelah dikabarkan terbunuh dalam konfrontasi dengan pasukan 'Israel' . Sehari sebelumnya, militer 'Israel' dan badan intelijen Shin Bet mengklaim telah menewaskan tiga orang dalam operasi di Gaza, termasuk Sinwar. Ia berusia 61 tahun saat gugur dan dikabarkan berada di medan perang ketika itu.

Hasil autopsi kemudian mengungkap bahwa ia tidak makan selama setidaknya tiga hari sebelum kematiannya.

'Israel' menuduh Sinwar sebagai dalang di balik serangan besar-besaran pada 7 Oktober 2023, yang dikenal dengan nama “Operasi Banjir Al-Aqsha”, ketika pejuang Palestina melancarkan serangan mendadak terhadap pangkalan militer dan permukiman 'Israel' di dekat Gaza, menimbulkan korban besar dan memalukan keamanan 'Israel' di mata dunia.

Nama Bayi, Kecaman, dan Perdebatan Publik

Kontroversi ini semakin meluas ketika rapper Yahudi Jerman, Ben Salomo, mengunggah foto papan nama itu ke Instagram sambil mengecam pihak rumah sakit karena menampilkan nama “Yahya Sinwar”. Unggahannya menjadi viral dan memicu perdebatan luas di media sosial Jerman.

Media Jerman Die Welt melaporkan bahwa alasan di balik pemberian nama tersebut masih belum diketahui. Identitas orang tua bayi pun tidak diumumkan, dan belum jelas apakah kantor catatan sipil akan menerima nama tersebut secara resmi.

Perlu dicatat bahwa nama "Yahya" merupakan nama umum di dunia Arab, dan belakangan juga semakin populer di Eropa.

Menurut laporan The Jerusalem Post tahun 2024, nama Yahya naik 33 peringkat dalam daftar nama bayi paling populer di Inggris, dan masuk ke dalam 100 nama bayi laki-laki terpopuler di Inggris dan Wales, dengan 583 bayi laki-laki diberi nama Yahya tahun itu, menurut data resmi dari Office for National Statistics Inggris. (zarahamala/arrahmah.id)