Memuat...

Negara-negara Tetangga Afghanistan Menunjukkan Penolakan Terhadap Keinginan AS untuk Merebut Kembali Bagram

Hanin Mazaya
Rabu, 8 Oktober 2025 / 17 Rabiulakhir 1447 17:40
Negara-negara Tetangga Afghanistan Menunjukkan Penolakan Terhadap Keinginan AS untuk Merebut Kembali Bagram
Seorang pejuang Imarah Islam Afghanistan membawa bendera al-Liwa di depan bekas pangkalan militer Bagram untuk merayakan ulang tahun pertama penarikan pasukan pimpinan AS dari Afghanistan pada 31 Agustus 2022. (Foto: AFP)

MOSKOW (Arrahmah.id) - Negara-negara tetangga Afghanistan di kawasan, termasuk sekutu Amerika, tampaknya bersatu menentang rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih pangkalan militer Bagram di dekat Kabul, menurut sebuah pernyataan yang dirilis setelah mereka bertemu di Moskow.

Pertemuan "Format Moskow" tentang Afghanistan –pertemuan ketujuh yang diselenggarakan oleh Rusia tetapi dihadiri untuk pertama kalinya oleh menteri luar negeri Imarah Islam Afghanistan– melibatkan mitra AS, India dan Pakistan. Kesepuluh negara tersebut juga mencakup Rusia, Cina, dan Iran, serta negara-negara Asia Tengah.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Rusia pada Selasa malam (7/10/2025), kesepuluh negara tersebut tidak menyebut nama Amerika Serikat atau Bagram, tetapi tampaknya menyoroti rencana Trump untuk pangkalan tersebut, mendukung posisi Imarah Islam dalam isu tersebut, lansir Reuters.

"Mereka (negara-negara yang bertemu) menyebut upaya negara-negara untuk mengerahkan infrastruktur militer mereka di Afghanistan dan negara-negara tetangga sebagai hal yang tidak dapat diterima, karena hal ini tidak sejalan dengan kepentingan perdamaian dan stabilitas regional," demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.

 

Perlawanan Imarah Islam terhadap pasukan asing
Dalam konferensi pers pada Selasa di Moskow setelah acara tersebut, Menteri Luar Negeri Imarah Islam, Amir Khan Muttaqi, menegaskan kembali posisinya.

“Afghanistan adalah negara yang bebas dan merdeka, dan sepanjang sejarah, Afghanistan tidak pernah menerima kehadiran militer asing. Keputusan dan kebijakan kami akan tetap sama untuk menjaga Afghanistan tetap bebas dan merdeka,” ujarnya.

Departemen Luar Negeri AS tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pemerintahan pertama Taliban digulingkan pada 2001 oleh invasi pimpinan AS ke negara tersebut, yang memicu pemberontakan oleh kelompok tersebut.

Bagram, tepat di luar ibu kota Kabul, menjadi pangkalan AS terbesar dan paling terkenal di Afghanistan sebelum penarikan pasukan AS yang kacau dari negara itu pada 2021 ketika Taliban kembali mengambil alih kendali.

Bulan lalu, Trump mengancam “hal buruk” akan terjadi di Afghanistan jika negara itu tidak mengembalikan Bagram, dan menyebut lokasi strategisnya yang dekat dengan Cina. (haninmazaya/arrahmah.id)