GAZA (Arrahmah.id) - Saluran televisi 'Israel' Channel 15 mengungkapkan, mengutip sumber keamanan, bahwa Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), melakukan panggilan kepada keluarga para tawanan 'Israel' pada hari pembebasan mereka menggunakan kartu SIM 'Israel'. Panggilan video tersebut kemudian tersebar luas dan disaksikan oleh publik.
Menurut saluran itu, kartu SIM tersebut sebenarnya telah ditempatkan di lokasi-lokasi tertentu di Jalur Gaza oleh tentara 'Israel' dengan tujuan mengumpulkan informasi tentang para tawanan. Namun, beberapa kartu itu justru aktif beberapa jam sebelum proses penyerahan tawanan dimulai, dan dari sanalah keluarga para tawanan menerima panggilan telepon.
Sebelum pembebasan para tentara 'Israel' pada Senin (13/10/2025), Unit Bayangan (Shadow Unit) milik Hamas telah mengizinkan para tawanan untuk berbicara dengan keluarga mereka melalui panggilan telepon.
Salah satu anggota unit itu berbicara dalam bahasa Ibrani kepada keluarga seorang tawanan dan meminta mereka untuk menyebarkan rekaman video tersebut ke media. Tak lama kemudian, seluruh media 'Israel' menyiarkan cuplikan percakapan antara para tawanan dan keluarga mereka dari “penjara perlawanan”.
Unit Bayangan ini dikenal sangat tertutup karena sensitifnya misi yang diembannya, yaitu mengamankan para tawanan 'Israel' di Jalur Gaza dan menjaga mereka tetap dalam “lingkaran misteri”, demi menjamin keberhasilan setiap kesepakatan pertukaran tawanan dengan pihak pendudukan.
Keberadaan unit ini baru terungkap untuk pertama kalinya pada 2016, sepuluh tahun setelah didirikan, ketika diketahui bahwa mereka menangani pengamanan tentara 'Israel' Gilad Shalit, yang akhirnya dibebaskan melalui kesepakatan pertukaran tawanan yang sukses. (zarahamala/arrahmah.id)
