Memuat...

Operasi Militer 'Israel' Meluas di Tepi Barat, Intensifkan Serangan terhadap Warga Palestina

Zarah Amala
Jumat, 21 November 2025 / 1 Jumadilakhir 1447 11:00
Operasi Militer 'Israel' Meluas di Tepi Barat, Intensifkan Serangan terhadap Warga Palestina
Pasukan pendudukan 'Israel' membakar kendaraan dan sebuah pasar di Tepi Barat yang diduduki. (Foto: via media sosial, arsip)

GAZA (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan 'Israel' melancarkan serangkaian penggerebekan di sejumlah kota dan kampung di Tepi Barat, Kamis (20/11), dan menahan lebih dari 50 warga Palestina, termasuk dua perempuan. Pada saat yang sama, pemukim ilegal 'Israel' melakukan serangan terhadap keluarga-keluarga Palestina dan lahan pertanian mereka.

Menurut laporan Al Jazeera Arabic, pasukan 'Israel' menyerbu kota Beit Ummar di utara Hebron, menggerebek puluhan rumah, mengubah sebagian bangunan menjadi pos militer, dan memberlakukan jam malam di seluruh kota. WAFA melaporkan total 56 warga Palestina ditahan dalam operasi tersebut.

Sumber-sumber lokal menyebutkan para tahanan dipukuli dengan keras selama penggerebekan, setelah ditahan dan diinterogasi di lapangan olahraga yang diubah menjadi pusat interogasi lapangan oleh tentara 'Israel'.

Penggerebekan di Jenin dan Nablus

Pasukan 'Israel' juga menyerbu rumah keluarga Imran al-Atrash di Hebron dan menangkap sejumlah kerabatnya. Al-Atrash adalah salah satu pelaku serangan tabrak dan penikaman di persimpangan Gush Etzion pekan lalu, yang menewaskan seorang pemukim dan melukai tiga lainnya.

WAFA melaporkan empat warga Palestina ditahan dalam penggerebekan di Deir Samet dan al-Burj, barat Hebron. Beit Ummar ditutup total dan dinyatakan zona militer tertutup.

Di Qabatiya, Jenin, sejumlah pemuda ditangkap, termasuk satu orang yang ditahan dalam operasi infiltrasi oleh unit khusus 'Israel'. Di Nablus, tentara menyerbu area rumah sakit setempat dan menangkap seorang pemuda dari Beit Furik. Warga lain ditahan di desa Salem.

Desa Zububa, barat Jenin, ditutup penuh pada Kamis (20/11). Buldozer 'Israel' menutup pintu masuk utama desa dengan gundukan tanah dan mendirikan pos pemeriksaan di pintu masuk desa Ta’anak, sehingga menghambat mobilitas warga.

Di kota Al-Bireh, pasukan 'Israel' menyerbu lingkungan Umm al-Sharayet yang menyebabkan sebuah kendaraan terbakar setelah terkena suar yang ditembakkan tentara.

Pada Rabu malam (19/11), tiga anggota keluarga Palestina terluka akibat serangan pemukim ilegal di area Dahr al-Hawiya, Hebron. WAFA juga melaporkan serangan pemukim terhadap komunitas Badui Arab al-Ara’ara dekat Jaba’, di mana rumah-rumah diserang dan ban-ban dibakar di dekat permukiman warga.

Data Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman mencatat 7.154 serangan pemukim sejak 7 Oktober 2023 hingga 5 Oktober 2025, menyebabkan 34 warga Palestina terbunuh dan 33 komunitas Badui Palestina terusir.

Di Qalqilya, pasukan 'Israel' menahan seorang pemuda setelah menggerebek beberapa lingkungan, termasuk al-Qur’an dan al-Naqqar. Di saat yang sama, tentara 'Israel' melaporkan seorang prajurit terluka sedang akibat tembakan di Nablus.

Di Yerusalem Timur, otoritas pendudukan mengeluarkan surat pembongkaran rumah bagi empat keluarga di Aqabat al-Khalidiya. Sebuah rumah di Anata juga dihancurkan dengan dalih “dibangun tanpa izin”. WAFA mencatat 40 surat pembongkaran dan penghentian pembangunan diterbitkan di kawasan Wadi al-Hummus, termasuk bangunan di Area A yang memiliki izin resmi Palestina. (zarahamala/arrahmah.id)