Memuat...

Operasi Penyamaran 'Israel' Gagal Total: Komandan Perlawanan Tewas, Tapi Sandera Tak Ditemukan

Zarah Amala
Selasa, 20 Mei 2025 / 23 Zulkaidah 1446 09:45
Operasi Penyamaran 'Israel' Gagal Total: Komandan Perlawanan Tewas, Tapi Sandera Tak Ditemukan
Satuan pasukan khusus 'Israel' membunuh Ahmed Kamel Sarhan setelah gagal menangkapnya. (Foto: via media sosial)

GAZA (Arrahmah.id) - Pada Senin dini hari (19/5/2025), satuan pasukan khusus 'Israel' melakukan operasi penyergapan di Khan Yunis, Gaza selatan, dan menewaskan Ahmed Kamel Sarhan, seorang komandan di Brigade Al-Nasser Salah al-Din, sayap militer dari Komite Perlawanan Rakyat.

Brigade tersebut mengonfirmasi bahwa Sarhan, yang menjabat sebagai perwira operasi khusus, gugur setelah terlibat dalam konfrontasi langsung dengan pasukan 'Israel'.

Mereka juga menegaskan bahwa operasi 'Israel' yang bertujuan menangkap Sarhan hidup-hidup telah gagal total.

Surat kabar 'Israel' Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa tujuan dari operasi itu sebenarnya untuk menangkap Sarhan dan mengorek informasi tentang para sandera 'Israel' yang masih ditahan di Gaza. Namun, upaya itu kabarnya tidak membuahkan hasil.

Seorang koresponden Radio Militer 'Israel' bahkan berkomentar, “Penggerebekan di Khan Yunis gagal mencapai tujuannya. Tidak ada urgensi untuk membunuh target dengan mempertaruhkan satuan pasukan khusus, seharusnya bisa saja dilakukan lewat serangan udara.”

Rincian Operasi

Menurut laporan Al Jazeera, pasukan khusus 'Israel' menyusup ke daerah Al-Katiba dengan menyamar sebagai warga sipil dan menggunakan kendaraan pribadi.

Saksi mata mengatakan bahwa unit tersebut menyerbu rumah Sarhan, mengeksekusinya di tempat, menangkap istri dan anak-anaknya, serta menewaskan seorang anak lainnya saat mereka mundur.

Untuk memuluskan jalan keluar pasukan, 'Israel' meluncurkan lebih dari 40 serangan udara dalam kurun waktu 40 menit, dibarengi tembakan dari helikopter dan tank.

Pengeboman itu menyebabkan puluhan korban jiwa dan kerusakan besar di berbagai lokasi. Di antara sasaran serangan terdapat tenda-tenda pengungsi Palestina di Khan Yunis tengah dan sebuah fasilitas farmasi yang terletak di dekat Kompleks Medis Nasser.

TV Al-Aqsa melaporkan bahwa jenazah Sarhan dibawa ke Rumah Sakit Nasser.

Dalam komentarnya kepada Al Jazeera, Muhannad Mustafa, peneliti yang fokus pada urusan 'Israel', mengatakan bahwa serangan di Khan Yunis ini merupakan bagian dari pola kegagalan berulang 'Israel' dalam upaya membebaskan para sandera lewat operasi tersembunyi atau serangan khusus.

Ia mencatat bahwa misi-misi semacam ini justru seringkali membuat pasukan pendudukan 'Israel' menghadapi risiko besar, tanpa pernah benar-benar mencapai tujuan yang mereka klaim, sejak awal perang di Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)