Memuat...

Pakistan dan Imarah Islam Capai Konsensus dalam Perundingan Istanbul

Hanin Mazaya
Selasa, 28 Oktober 2025 / 7 Jumadilawal 1447 16:34
Pakistan dan Imarah Islam Capai Konsensus dalam Perundingan Istanbul
(Foto: Tolo News)

ISTANBUL (Arrahmah.id) - Sumber-sumber mengatakan kepada Tolo News bahwa dalam negosiasi yang sedang berlangsung antara Imarah Islam Afghanistan dan Pakistan di Istanbul, kesepakatan telah dicapai pada sebagian besar isu, dengan beberapa topik tersisa diperkirakan akan dirampungkan pada akhir hari kemarin (27/10/2025). Kemungkinan perundingan akan berlanjut hingga larut malam.

Menurut sumber-sumber tersebut, sebuah pernyataan bersama diharapkan akan dikeluarkan setelah perundingan berakhir, yang mencakup perpanjangan gencatan senjata, pembukaan kembali rute, pembebasan beberapa tahanan sebagai isyarat niat baik, penjadwalan pertemuan berikutnya, dan beberapa hal lainnya.

Ghulam Mohammad Din Mohammadi, seorang analis politik, mengatakan: “Negosiasi awal di Qatar dan kemudian di Turki sangat penting bagi kedua belah pihak untuk mencapai kesepahaman politik. Ketidakpercayaan antara Afghanistan dan Pakistan harus diselesaikan. Telah menjadi jelas bagi Pakistan bahwa Afghanistan tidak mencampuri urusan negara mana pun, dan klaim Pakistan terhadap Afghanistan harus dibahas di platform internasional.”

Sementara itu, Zabihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam Afghanistan, berbicara tentang perundingan Istanbul baru-baru ini antara Kabul dan Islamabad, menyatakan bahwa Imarah Islam mendukung dialog dan bahwa dalam ketegangan baru-baru ini, Afghanistan hanya bereaksi, sementara tindakan awal datang dari Pakistan.

Mujahid menyebut putaran pertama perundingan di Doha sebagai langkah positif dan mengatakan mengenai putaran saat ini di Istanbul bahwa mereka sedang menunggu hasilnya.

Zabihullah Mujahid menambahkan: “Kami selalu mendukung dan terus mendukung dialog. Dalam ketegangan baru-baru ini antara Afghanistan dan Pakistan, Afghanistan hanya merespons; langkah awal adalah oleh Pakistan. Perundingan yang berlangsung di Doha merupakan langkah positif dengan keputusan yang baik. Mengenai negosiasi saat ini di Istanbul, kami menunggu hasilnya.”

Sebuah sumber mengatakan kepada Tolo News bahwa laporan dari Turki juga menunjukkan kemajuan positif dalam putaran pertama perundingan, dengan kesepakatan yang dicapai pada isu-isu tertentu. Namun, beberapa orang dalam struktur militer Pakistan dilaporkan mencoba menggambarkan perundingan tersebut sebagai kegagalan.

Sumber-sumber menambahkan bahwa delegasi Pakistan dipimpin oleh Jenderal Shahab Aslam, kepala Divisi Operasi Khusus badan intelijen militer Pakistan, ISI.

Sayed Zia Hosseini, seorang analis hubungan internasional, mengatakan: "Mekanisme yang dikembangkan dalam putaran perundingan ini mungkin rumit dan memakan waktu, tetapi untuk resolusi fundamental masalah Afghanistan-Pakistan, pertemuan-pertemuan tersebut perlu dilakukan secara profesional, tepat, dan sejalan dengan kondisi kedua negara saat ini."

Menyusul eskalasi ketegangan dan bentrokan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Afghanistan dan Pakistan, putaran pertama perundingan antara Kabul dan Islamabad berlangsung di Doha dengan mediasi Qatar dan Turki. Harapan kini tinggi bahwa putaran kedua di Istanbul juga akan membuahkan hasil positif. (haninmazaya/arrahmah.id)