Memuat...

Pasukan 'Israel' Gerebek Nablus, Bunuh Pejuang Palestina dan Tangkap Dua Pemuda

Zarah Amala
Selasa, 25 November 2025 / 5 Jumadilakhir 1447 10:05
Pasukan 'Israel' Gerebek Nablus, Bunuh Pejuang Palestina dan Tangkap Dua Pemuda
Tentara 'Israel' dalam serangan sebelumnya di Nablus (European Pressphoto Agency)

TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Tentara pendudukan 'Israel' dan badan keamanan internalnya (Shin Bet) mengumumkan terjadinya baku tembak antara pasukannya dan apa yang mereka sebut “bersenjata” selama operasi militer di sebelah timur Nablus, wilayah utara Tepi Barat yang diduduki.

Laporan yang dikutip dari Radio Tentara 'Israel' menyebutkan adanya “penggagalan seorang pria bersenjata Palestina” setelah terjadi bentrokan di kawasan timur Nablus.

Sumber-sumber Palestina, yang mengutip situs-situs 'Israel', mengatakan bahwa warga Palestina yang dibunuh di Nablus tersebut adalah pelaku operasi tabrak (dalam istilah 'Israel': serangan penabrakan) satu setengah tahun lalu, yang mengakibatkan dua tentara 'Israel' tewas di dekat Nablus.

Sumber-sumber Palestina juga melaporkan terjadinya kebakaran di sebuah apartemen yang berada di sekitar cabang Bank Arab di kawasan al-Hisbeh, timur Kota Nablus, akibat serangan 'Israel' selama pengepungan terhadap salah satu pejuang perlawanan.

Platform-platform Palestina mendokumentasikan cuplikan yang mereka klaim menunjukkan bentrokan bersenjata yang terjadi selama penggerebekan pasukan 'Israel' di daerah tersebut. Sementara itu, sumber lokal melaporkan bahwa pasukan 'Israel' telah menangkap dua pemuda setelah mengepung sebuah rumah di dekat lingkungan Dahla Tunis, barat Nablus.

Dua hari sebelumnya, pasukan pendudukan juga melakukan serangkaian penggerebekan di Nablus, termasuk di kota tua dan sekitarnya, di mana saksi mata melaporkan terdengar suara tembakan intens selama operasi penangkapan dan penggeledahan.

Pasukan 'Israel' juga menyerbu kawasan Ras al-Ain dan kota Hawara, selatan Nablus, serta melakukan penggeledahan di sejumlah rumah, di tengah penyebaran militer yang meluas.

Semua ini terjadi di tengah meningkatnya serbuan oleh tentara pendudukan ke berbagai kota dan desa Palestina di Tepi Barat, serta meningkatnya serangan harian oleh para pemukim di bawah perlindungan militer 'Israel', yang eskalasinya semakin parah sejak dimulainya perang genosida 'Israel' di Gaza pada Oktober 2023.

Serangan-serangan ini di Tepi Barat telah menyebabkan gugurnya 1.066 warga Palestina dan melukai sekitar 10.000 lainnya, selain penangkapan lebih dari 20.000 warga Palestina, termasuk 1.600 anak. (zarahamala/arrahmah.id)