TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan 'Israel' terus melancarkan serangan dan pelanggaran di berbagai wilayah Tepi Barat pada Senin (27/10/2025), disertai penyerbuan, pembongkaran rumah, serta serangan brutal pemukim terhadap warga dan properti Palestina.
Reporter Al Jazeera melaporkan bahwa bentrokan pecah antara warga Palestina dan tentara 'Israel' saat pasukan pendudukan menyerbu kota ‘Anabta di timur Tulkarem. Sementara itu, satuan pasukan berjalan kaki 'Israel' juga menyerbu kawasan timur Kota Jenin, di bagian utara Tepi Barat.
Di Yerusalem Timur yang diduduki, pasukan 'Israel' menutup seluruh akses menuju kota Hazma, di timur laut Yerusalem, setelah sebuah bus yang membawa pemukim mengalami kerusakan akibat lemparan batu di dekat wilayah tersebut, menurut laporan media Palestina.
Dalam konteks serupa, Otoritas Penentang Tembok dan Permukiman Palestina mengumumkan bahwa otoritas 'Israel' mengeluarkan lima perintah militer baru yang merebut sekitar 73 dunam (setara lebih dari 7 hektare) tanah milik warga Palestina di wilayah Ramallah dan Al-Bireh dengan dalih “kepentingan keamanan.”
Lembaga itu menambahkan bahwa sejak Oktober 2023, 'Israel' telah mendirikan sekitar 30 zona penyangga baru di sekitar permukiman ilegalnya, sebuah langkah yang dinilai sebagai upaya untuk menciptakan kondisi lapangan permanen demi perluasan kontrol teritorial.
Sementara itu, pemukim 'Israel' juga dilaporkan membangun jalan baru yang menghubungkan dua desa Palestina, Al-Mufaqara dan Shaab al-Butum, di daerah Masafer Yatta selatan Hebron, bagian dari wilayah yang sering menjadi target kebijakan pengusiran paksa.
Serangan Pemukim dan Korban Sipil
Di kota As-Samu’ selatan Hebron, lima warga Palestina dari satu keluarga mengalami sesak napas akibat serangan gas beracun yang diluncurkan oleh para pemukim terhadap rumah mereka di wilayah Wadi Juhaysh. Menurut keterangan pihak Balai Kota As-Samu’, pemukim juga menyerang rumah tersebut, menghancurkan satu kendaraan pribadi dan kandang ternak.
Dalam perkembangan lain, tentara 'Israel' menghancurkan sedikitnya lima rumah dan sejumlah bangunan pertanian di Qalqilya, Nablus, Salfit, dan Jericho, dengan alasan dibangun tanpa izin di Area C, wilayah yang berada di bawah kontrol penuh militer 'Israel' menurut Kesepakatan Oslo.
Saksi mata menyebutkan bahwa buldoser 'Israel' memasuki kota Al-Funduq di timur Qalqilya dan merobohkan dua rumah bertingkat dua, serta dua rumah lainnya di Marj Ghazal timur Jericho, satu rumah di Furush Beit Dajan timur Nablus, dan satu ruang pertanian di Deir Ballut barat Salfit.
Di kota Ar-Ram utara Yerusalem, Palang Merah Palestina melaporkan satu warga Palestina terluka akibat tembakan tentara 'Israel'. Sejumlah warga lainnya juga mengalami sesak napas akibat serangan gas air mata di berbagai wilayah selatan Hebron.
Pasukan 'Israel' juga menangkap seorang warga Palestina penyandang disabilitas di Beit Ummar utara Hebron, setelah penyerbuan yang disertai tembakan peluru logam berlapis karet dan gas air mata.
Menurut data Otoritas Penentang Tembok dan Permukiman, pemukim 'Israel' telah melakukan lebih dari 7.000 serangan terhadap warga Palestina sejak Oktober 2023, yang menyebabkan 33 warga Palestina tewas dan 33 komunitas Badui diusir dari tempat tinggal mereka. Selama periode yang sama, 'Israel' juga mendirikan lebih dari 114 pos permukiman baru di seluruh Tepi Barat.
Sejak awal perang genosida di Gaza pada Oktober 2023, tindakan militer dan pemukim 'Israel' di Tepi Barat telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Palestina, melukai 10.000 lainnya, dan menangkap lebih dari 20.000 orang, termasuk 1.600 anak-anak. (zarahamala/arrahmah.id)
