Memuat...

Pejabat AS Ancam Netanyahu dengan Hukuman Jika Gagalkan Kesepakatan

Zarah Amala
Jumat, 24 Oktober 2025 / 3 Jumadilawal 1447 10:30
Pejabat AS Ancam Netanyahu dengan Hukuman Jika Gagalkan Kesepakatan
Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu (AA)

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Seorang pejabat tinggi Amerika Serikat memperingatkan bahwa Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu akan “dihukum” jika mencoba menggagalkan kesepakatan yang sedang dirancang antara Washington dan Tel Aviv, menurut laporan saluran 'Israel' Channel 12 pada Jumat malam (24/10/2025).

Pejabat tersebut mengatakan bahwa Netanyahu saat ini berjalan di atas “tali yang sangat tipis” dalam hubungannya dengan Presiden AS Donald Trump. “Jika dia berupaya menghancurkan atau menggagalkan kesepakatan itu, maka ia akan menghadapi konsekuensi yang jelas,” kata sumber tersebut sebagaimana dikutip Channel 12.

Menurut laporan itu, peristiwa yang terjadi selama kunjungan Wakil Presiden AS, Mike Pence, ke Tel Aviv baru-baru ini telah menimbulkan kekhawatiran serius di Gedung Putih. Beberapa insiden yang digambarkan sebagai “memalukan” dilaporkan terjadi selama kunjungan tersebut, dan dianggap memperburuk ketegangan antara kedua pihak.

Sumber di Washington menyebut bahwa pemerintahan Trump mulai menilai Netanyahu sebagai pihak yang mungkin berupaya menggagalkan kesepakatan yang tengah dibangun antara kedua negara, terutama yang berkaitan dengan stabilitas kawasan dan hubungan 'Israel' dengan negara-negara Arab.

“Apa yang terjadi selama kunjungan Pence telah membuat kami berpikir bahwa Netanyahu bisa saja bertindak untuk menjatuhkan kesepakatan yang sudah disusun dengan hati-hati,” ujar pejabat itu sebagaimana dikutip media 'Israel'.

Menurut laporan tambahan, Gedung Putih kini semakin khawatir bahwa perilaku Netanyahu dan beberapa anggota kabinetnya dapat menyebabkan runtuhnya proses diplomatik yang sedang berjalan. Sejumlah pejabat AS dikatakan sedang mempertimbangkan langkah diplomatik, bahkan sanksi politik, bila Netanyahu secara terbuka menentang kesepakatan tersebut.

Kabar ini muncul di tengah meningkatnya perbedaan pandangan antara administrasi Trump dan pemerintahan Netanyahu, terutama terkait langkah-langkah 'Israel' di Tepi Barat, kebijakan terhadap Gaza, serta dinamika normalisasi dengan beberapa negara Arab.

Hingga kini, kantor Perdana Menteri 'Israel' belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut. Namun beberapa pengamat menilai, ancaman dari pejabat AS ini menandakan bahwa hubungan antara Netanyahu dan pemerintahan Trump tidak lagi seerat seperti sebelumnya, dan bisa menjadi pertanda perubahan sikap Washington terhadap Tel Aviv dalam waktu dekat. (zarahamala/arrahmah.id)