SANA'A (Arrahmah.id) - Pemimpin gerakan Houtsi Yaman, yang juga dikenal sebagai Ansar Allah, Abdul Malik al-Houthi, mengatakan kelompok tersebut telah memasuki fase baru persiapan babak konflik yang "tak terhindarkan" dengan Amerika Serikat dan "Israel", baik secara langsung maupun melalui apa yang ia sebut sebagai proksi.
Dalam pidatonya pada Kamis (15/1/2026), seperti dilansir MEMO, al-Houthi mengatakan konflik dengan "Israel" tak terhindarkan, menekankan bahwa Amerika Serikat adalah mitra langsung di dalamnya. Ia menuduh Washington mengadopsi kebijakan yang didasarkan pada "tirani, arogansi, menciptakan krisis dan berinvestasi di dalamnya untuk mengendalikan rakyat di wilayah tersebut."
Ia menambahkan bahwa Houtsi saat ini beroperasi di bawah panji "mempersiapkan babak selanjutnya," yang jelas menunjukkan fase eskalasi baru. Ia mengatakan peristiwa selama dua tahun terakhir, terutama sejak serangan terhadap Gaza, telah menegaskan apa yang ia gambarkan sebagai "kebenaran posisi dan tindakan rakyat Yaman dalam mendukung rakyat Palestina."
Dalam perkembangan penting, al-Houthi mengatakan kelompoknya memantau dengan cermat “aktivitas Israel” di Somaliland. Ia memperingatkan bahwa kehadiran militer "Israel" di daerah tersebut akan dianggap sebagai “target yang sah” untuk aksi militer. (haninmazaya/arrahmah.id)
