GAZA (Arrahmah.id) - Sebuah tank 'Israel' menembakkan peluru langsung ke sebuah mobil sipil yang membawa keluarga Shaaban di lingkungan Zaytoun, Gaza, pada Jumat sore (17/10/2025), menewaskan seluruh anggota keluarga tersebut. Insiden ini menjadi pelanggaran terbaru atas kesepakatan gencatan senjata yang masih berlaku.
Menurut keterangan Pertahanan Sipil Gaza, keluarga itu sedang berusaha pulang ke rumah mereka ketika peluru tank menghantam kendaraan mereka. Serangan tersebut menewaskan semua 11 penumpang, termasuk tujuh anak-anak dan tiga perempuan.
Para korban diidentifikasi sebagai berikut: Muhammad Abu Shaaban (5), Ibrahim Ihab Abu Shaaban(6), Anas Sufian Shaaban (8), Karam Sufian Shaaban (10), Jumana Ihab Shaaban (10), Nasma Sufian Shaaban(12), Nasser Ihab Abu Shaaban (10), Ihab Abu Shaaban (38), Randa Abu Shaaban (36), Samar Shaaban, dan Sufian Shaaban.
Pejabat Pertahanan Sipil mengatakan bahwa kendaraan keluarga tersebut sedang bergerak ke arah timur Kota Gaza dan melintasi garis kuning sebelum diserang.
“Mereka bisa saja diberi peringatan atau dihentikan tanpa harus dibunuh,” ujar seorang juru bicara Pertahanan Sipil. “Namun penjajah tetap haus darah dan bertekad untuk terus membunuh warga sipil tak berdosa.”
Gerakan perlawanan Palestina Hamas mengecam serangan itu, menyebutnya sebagai “kejahatan perang yang disengaja dan utuh” serta “pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata.”
“Tentara Israel menembakkan peluru tank secara langsung ke mobil keluarga Shaaban saat mereka mencoba memeriksa rumah mereka di Zaytoun,” bunyi pernyataan Hamas. “Sebelas anggota keluarga, termasuk tujuh anak dan tiga perempuan, tewas seketika.”
Hamas menambahkan bahwa serangan itu menunjukkan niat 'Israel' untuk melanjutkan agresi meski telah ada kesepakatan gencatan senjata yang diawasi Amerika Serikat dan dimediasi oleh Mesir, Qatar, dan Turki awal bulan ini.
“Kejahatan mengerikan ini memperlihatkan betapa 'Israel' tidak menghormati kehidupan manusia maupun hukum internasional,” lanjut pernyataan itu. Hamas juga mendesak Presiden Donald Trump dan para mediator untuk menuntut pertanggungjawaban 'Israel' serta menekan agar serangan terhadap warga sipil dihentikan.
Kantor Media Pemerintah di Gaza juga mengutuk serangan tersebut, menyebutnya sebagai pembantaian lain terhadap keluarga tak berdaya, dan menyerukan penyelidikan internasional mendesak atas pelanggaran berulang 'Israel' terhadap gencatan senjata. (zarahamala/arrahmah.id)
