Memuat...

Perundingan Istanbul antara Kabul dan Islamabad Berakhir Tanpa Hasil

Hanin Mazaya
Ahad, 9 November 2025 / 19 Jumadilawal 1447 17:23
Perundingan Istanbul antara Kabul dan Islamabad Berakhir Tanpa Hasil
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Setelah dua hari negosiasi yang intens, para pejabat dari kedua negara mengumumkan penyelesaian perundingan tanpa mencapai hasil apa pun.

Zabihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam Afghanistan, menyatakan dalam konferensi pers di Kabul bahwa kalangan militer tertentu di Pakistan tidak senang dengan keberadaan pemerintahan pusat yang kuat dan stabil di Afghanistan.

Menurut Mujahid, kelompok-kelompok ini berupaya menciptakan ketegangan antara Kabul dan Islamabad dengan berbagai dalih, lansir Tolo News (8/11/2025).

Juru bicara Imarah Islam tersebut mengatakan: “Beberapa faksi militer tertentu di Pakistan tidak senang dengan keberadaan pemerintahan pusat yang kuat di Afghanistan, maupun dengan keamanan, kemajuan, serta perdamaian dan stabilitasnya secara keseluruhan. Kelompok-kelompok ini secara historis diuntungkan oleh ketidakamanan, pendudukan, migrasi, dan krisis Afghanistan. Mereka sekarang berusaha untuk kembali berkonfrontasi dengan Afghanistan dengan mengarang alasan-alasan baru.”

Di bagian lain pernyataannya, Mujahid menggambarkan tuntutan Pakistan selama negosiasi Istanbul sebagai tidak masuk akal. Ia memberikan rincian yang menegaskan bahwa ketidakamanan Pakistan dan konflik dengan Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) dimulai sebelum Imarah Islam berkuasa.

Menurut Mujahid, isu ini membantah klaim pejabat Pakistan bahwa ketidakamanan di Pakistan telah meningkat sejak Imarah Islam kembali berkuasa.

Zabihullah Mujahid menambahkan: “Militer Pakistan telah terlibat dalam konflik dengan suku Pashtun dan Tehrik-i-Taliban Pakistan selama bertahun-tahun sebelum Imarah Islam berkuasa. Para pejabat Pakistan sendiri sebelumnya telah mengakui bahwa dalam apa yang disebut perang melawan teror, sekitar 80.000 hingga 90.000 militer dan warga sipil Pakistan telah tewas.”

Mujahid lebih lanjut menekankan bahwa Afghanistan tidak menginginkan konflik dengan negara mana pun; namun, jika terjadi ketegangan, Afghanistan akan bertindak untuk mencegah pelanggaran kedaulatannya.

Putaran negosiasi ketiga antara kedua negara berakhir tadi malam. Tak lama setelah perundingan berakhir, Menteri Pertahanan Pakistan mengumumkan bahwa negosiasi telah mencapai fase yang tidak pasti dan belum menghasilkan hasil, dan belum ada rencana yang ditetapkan untuk putaran keempat. (haninmazaya/arrahmah.id)