Memuat...

Pesawat ke-1000 yang Membawa Senjata untuk 'Israel' Tiba di Bandara Ben Gurion

Zarah Amala
Kamis, 20 November 2025 / 30 Jumadilawal 1447 10:45
Pesawat ke-1000 yang Membawa Senjata untuk 'Israel' Tiba di Bandara Ben Gurion
Pesawat pasokan militer keseribu tiba di 'Israel' kemarin (19/11/2025) (Kementerian Keamanan Dalam Negeri 'Israel').

TEL AVIV (Arrahmah.id) - Kementerian Pertahanan 'Israel' mengungkapkan bahwa pesawat ke-1000 yang membawa bantuan militer mendarat di Bandara Ben Gurion kemarin (19/11/2025), sebagai bagian dari jembatan udara yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 untuk memasok kebutuhan militer.

Dalam pernyataannya, kementerian mengatakan bahwa pihaknya bersama tentara telah memimpin operasi pengiriman logistik lintas benua dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah 'Israel', guna memenuhi seluruh kebutuhan militer saat ini maupun di masa depan.

Kementerian menjelaskan bahwa hingga kini, lebih dari 120 ribu ton peralatan militer, amunisi, perlengkapan tempur, dan alat pelindung, telah didatangkan melalui seribu pesawat dan sekitar 150 kapal.

Dukungan Amerika Serikat dan Jerman

Kementerian Pertahanan 'Israel' menegaskan bahwa operasi ini merupakan hasil kerja sama dengan Amerika Serikat dan Jerman. Melalui kemitraan ini, 'Israel' membeli dan memindahkan berbagai jenis amunisi canggih, persenjataan, kendaraan lapis baja, peralatan medis, sistem komunikasi, serta perlengkapan perlindungan pribadi.

Menurut kementerian, jembatan udara dan laut ini menjadi elemen krusial untuk menjaga keberlangsungan sistem pertahanan 'Israel', memperbarui stok darurat, serta memastikan respons cepat dan presisi terhadap kebutuhan unit-unit tempur di berbagai front.

Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan 'Israel', Mayor Jenderal (Purn.) Amir Baram, mengatakan bahwa kementerian telah “memimpin upaya besar selama dua tahun terakhir untuk memastikan penyediaan perlengkapan tempur, peralatan industri dan teknologi, serta semua yang diperlukan agar tentara dapat terus berperang.”

Kanada Masih Kirimkan Peralatan Militer

Dalam perkembangan terkait, surat kabar 'Israel' Maariv melaporkan bahwa Kanada masih mengirimkan peralatan militer kepada Israel, meski pemerintah Kanada sebelumnya telah mengumumkan larangan ekspor senjata ke negara tersebut.

Koalisi Ban Weapons Now sebelumnya telah mendokumentasikan pada Juli lalu bahwa Kanada tetap mengirimkan kiriman senjata, meski Ottawa berkali-kali mengklaim telah menghentikan pasokan senjata ke 'Israel'.

Koalisi tersebut mengungkapkan bahwa Kanada sejak awal perang telah mengirimkan: 47 kiriman komponen militer kepada perusahaan senjata 'Israel', 421.070 butir peluru ke 'Israel' sejak awal serangan di Gaza, termasuk satu kiriman pada April 2025 berisi 175.000 peluru, 3 kiriman selongsong peluru, termasuk satu yang dikirim hanya 9 hari setelah menteri luar negeri Kanada saat itu berjanji menghentikan ekspor amunisi dari perusahaan terkait ke militer 'Israel' dan 391 kiriman berisi peluru, peralatan militer, komponen senjata, suku cadang pesawat, dan perangkat komunikasi. (zarahamala/arrahmah.id)