Memuat...

Puluhan Gugur di Gaza, Pendudukan Ngebom Stasiun Oksigen RS Al-Quds

Zarah Amala
Rabu, 24 September 2025 / 3 Rabiulakhir 1447 10:01
Puluhan Gugur di Gaza, Pendudukan Ngebom Stasiun Oksigen RS Al-Quds
Serangan bom besar 'Israel' di Gaza pada Selasa (23/9/2025) mengakibatkan 34 orang gugur (Anadolu Agency)

GAZA (Arrahmah.id) - Sumber medis di Jalur Gaza melaporkan bahwa 34 warga Palestina gugur syahid, termasuk 25 orang di Kota Gaza, sementara pasukan 'Israel' menargetkan dan melumpuhkan stasiun oksigen di Rumah Sakit al-Quds.

Dari Rumah Sakit al-Shifa, seorang sumber medis mengatakan lima warga Palestina, termasuk seorang ibu dan tiga anaknya, tewas akibat serangan udara 'Israel' yang menghantam sebuah rumah berisi pengungsi di Kamp al-Shati, sebelah barat Kota Gaza.

Sementara itu, koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa pasukan 'Israel' meledakkan sejumlah kendaraan militer yang dipasangi bom di Distrik al-Sabra, selatan Kota Gaza. Foto-foto eksklusif yang diperoleh Al Jazeera memperlihatkan kehancuran besar di kawasan itu, dengan puluhan bangunan dan rumah warga hancur total.

Palang Merah Palestina pada Selasa (23/9/2025) mengumumkan bahwa stasiun oksigen di Rumah Sakit al-Quds, kawasan Tel al-Hawa, berhenti beroperasi setelah ditembaki pasukan 'Israel'.

Dalam pernyataannya, Palang Merah memperingatkan bahwa rumah sakit kini hanya mengandalkan tabung oksigen cadangan yang cukup untuk tiga hari saja, sehingga nyawa para pasien berada dalam bahaya langsung.

Lembaga itu juga mengungkapkan bahwa kendaraan militer 'Israel' kini berada tepat di gerbang selatan rumah sakit dan menghalangi keluar-masuk, sehingga semakin mengancam keselamatan pasien dan tenaga medis. Palang Merah mendesak komunitas internasional segera bertindak untuk melindungi mereka.

Invasi Darat Berlanjut

Militer 'Israel' terus memperluas operasi daratnya di beberapa poros utama Kota Gaza, diiringi pemboman dan penghancuran gedung-gedung serta permukiman warga.

Pada 16 September lalu, tentara 'Israel' mengumumkan dimulainya operasi darat besar-besaran, melibatkan pasukan reguler dan cadangan dari Divisi 98, 162, dan 36.

Sejak 7 Oktober 2023, dengan dukungan penuh Amerika Serikat, 'Israel' menjalankan genosida di Gaza. Hingga kini, serangan tersebut telah menewaskan 65.382 warga Palestina dan melukai 166.985 orang lainnya, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan. Krisis kelaparan yang diciptakan 'Israel' juga telah merenggut nyawa 442 orang, termasuk 147 anak-anak. (zarahamala/arrahmah.id)