Memuat...

Putra "Abu Ubaidah" Raih Nilai Akademik Gemilang di Tengah Duka Perang Genosida Gaza

Zarah Amala
Jumat, 16 Januari 2026 / 27 Rajab 1447 10:57
Putra "Abu Ubaidah" Raih Nilai Akademik Gemilang di Tengah Duka Perang Genosida Gaza
Ibrahim Hudhayfa al-Kahlout berfoto dengan ayahnya, yang dikenal sebagai Abu Ubaidah. (Foto: Media Sosial)

GAZA (Arrahmah.id) - Di tengah reruntuhan dan duka akibat perang yang berkepanjangan, kisah inspiratif datang dari Ibrahim Hudhayfa al-Kahlout, putra dari mantan juru bicara ikonik Brigade Al-Qassam, Abu Ubaidah. Ibrahim berhasil meraih nilai luar biasa dalam ujian sekolah menengah umum (Tawjihi) di Jalur Gaza, sebuah pencapaian yang viral dan menuai simpati luas di media sosial.

Melalui akun Instagram pribadinya, Ibrahim mengumumkan bahwa ia berhasil memperoleh skor 94 persen pada putaran kedua ujian sekolah menengah tahun ajaran 2024–2025. Hasil ini dianggap sangat fenomenal mengingat kondisi keamanan yang ekstrem dan tragedi pribadi yang menimpanya selama agresi 'Israel' di wilayah tersebut.

Dalam unggahan yang menyentuh hati, Ibrahim mempersembahkan keberhasilannya untuk jiwa kedua orang tuanya, saudara laki-laki, dan saudara perempuannya yang gugur dalam serangan 'Israel'. Ia mengungkapkan bahwa dorongan dan doa keluarganya tetap menjadi pilar utama meskipun mereka telah tiada.

"Saya berterima kasih kepada Allah yang telah memberikan kesuksesan dan memungkinkan saya menyelesaikan pendidikan menengah ini," tulisnya. "Terima kasih kepada semua orang yang mendukung saya mencapai hasil 94 persen ini, terlepas dari semua kondisi sulit yang saya lalui."

Kabar keberhasilan Ibrahim memicu gelombang ucapan selamat dari netizen di seluruh dunia. Banyak komentator menekankan bahwa prestasi ini diraih di tengah pengungsian, cedera fisik, dan rasa kehilangan yang mendalam. Para analis media sosial menyebut pencapaiannya sebagai simbol perlawanan melalui pendidikan.

Hingga saat ini, sistem pendidikan di Gaza telah mengalami kehancuran masif dengan sebagian besar sekolah berubah menjadi tempat pengungsian atau rata dengan tanah. Namun, hasil ujian Ibrahim dipandang sebagai pesan kuat bahwa generasi muda Gaza terus mengejar ilmu sebagai bentuk keteguhan (sumud) di tengah kehancuran total. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlinePalestinaibrahimputra abu ubaidahnilai tertinggi