Memuat...

Rais Aam PBNU Kecam Aksi Gus Elham, Minta Aparat “Jemput Bola” Tindak Dugaan Pelanggaran

Ameera
Senin, 17 November 2025 / 27 Jumadilawal 1447 07:11
Rais Aam PBNU Kecam Aksi Gus Elham, Minta Aparat “Jemput Bola” Tindak Dugaan Pelanggaran
Rais Aam PBNU Kecam Aksi Gus Elham, Minta Aparat “Jemput Bola” Tindak Dugaan Pelanggaran

SURABAYA (Arrahmah.id) - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengecam keras tindakan pendakwah asal Kediri, Muhammad Elham Yahya Luqman atau Gus Elham, yang viral karena videonya mencium anak-anak perempuan saat berdakwah.

Ia menilai tindakan tersebut tidak pantas dan mencoreng etika seorang pendakwah.

“Dakwah macam apa seperti itu? Kelakuannya itu mencium-cium, merusak itu. Tidak boleh muncul lagi. Bila perlu diberi sanksi yang menjerakan,” tegas Miftach saat ditemui di UINSA Surabaya, Kamis (13/11).

Miftach menegaskan bahwa NU hanya dapat memberikan sanksi administratif. Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum agar segera turun tangan menindak dugaan pelanggaran yang dilakukan pendakwah muda tersebut.

“Yang berwajib yang bisa menindak. Kalau NU sanksinya administrasi. Pihak berwajib harus menjemput bola,” ujarnya.

PBNU Bentuk Satgas Pengawasan Dakwah

Untuk mencegah terulangnya kasus serupa, Miftach mengungkapkan bahwa PBNU telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus guna mengawasi perilaku para pendakwah, terutama terkait batasan etika ketika berinteraksi di ruang publik.

“PBNU membentuk tim satgas, sudah dibentuk,” katanya.

Gus Elham Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka

Sebelumnya, Gus Elham akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah videonya mencium anak-anak perempuan viral dan menuai kritik luas. Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa tindakannya tersebut adalah kekhilafan.

“Dengan penuh kerendahan hati, saya Muhammad Elham Yahya Al-Maliki secara pribadi memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan. Saya mengakui bahwa hal tersebut merupakan kekhilafan dan kesalahan saya pribadi,” ujar Elham, Rabu (12/11).

Ia berjanji menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga agar lebih berhati-hati dalam berdakwah serta menjaga etika di ruang publik.

“Saya berkomitmen memperbaiki dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran agar tidak mengulangi hal serupa di masa mendatang. Saya juga bertekad untuk menyampaikan dakwah dengan cara yang lebih bijak, sesuai norma agama, etika, dan budaya bangsa serta menjunjung tinggi akhlakul karimah,” tambahnya.

(ameera/arrahmah.id)