Memuat...

Sembilan Bayi Meninggal di Rumah Sakit Bersalin Siberia Selama Liburan Tahun Baru

Hanin Mazaya
Selasa, 13 Januari 2026 / 24 Rajab 1447 17:44
Sembilan Bayi Meninggal di Rumah Sakit Bersalin Siberia Selama Liburan Tahun Baru
(Foto: Anadolu)

NOVOKUZNETSK (Arrahmah.id) - Komite Investigasi Rusia pada Selasa (13/1/2026) mengatakan bahwa sembilan bayi meninggal selama liburan Tahun Baru di salah satu rumah sakit bersalin di kota Novokuznetsk, wilayah Kemerovo, Siberia.

Menyusul insiden tersebut, beberapa kasus pidana dibuka dan penyelidikan diluncurkan, kata komite dalam sebuah pernyataan.

Penyebab kematian tidak diungkapkan, tetapi komite menduga kelalaian personel dalam merawat bayi-bayi tersebut, lansir Anadolu.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Kesehatan regional mengonfirmasi kematian tersebut, mengatakan rumah sakit tersebut ditutup untuk karantina.

Disebutkan bahwa dari tanggal 1 Desember hingga 11 Januari, tercatat 234 kelahiran di rumah sakit bersalin Novokuznetsk, dengan 17 anak lahir dalam kondisi sangat kritis.

Di Novokuznetsk, sebuah kota dengan populasi lebih dari 500.000 jiwa, terdapat dua rumah sakit bersalin yang beroperasi di bawah rumah sakit kota. Setelah penutupan salah satu rumah sakit, semua ibu hamil dipindahkan ke rumah sakit lainnya.

Ketua Dewan Federasi, majelis tinggi parlemen Rusia, Valentina Matviyenko menyebut peristiwa di rumah sakit bersalin Novokuznetsk sebagai "tragedi bagi negara," dan menginstruksikan para senator untuk memantau penyelidikan secara ketat.

Sementara itu, kepala dokter rumah sakit bersalin, Vitaly Kheraskov, diberhentikan dari jabatannya. Mengomentari insiden tersebut, ia mengatakan bahwa bayi-bayi yang meninggal tersebut lahir dengan patologi.

"Sejak akhir Desember, banyak bayi prematur dengan patologi telah lahir di rumah sakit bersalin, semua kasus berbeda, kami tidak menganggap bahwa mereka terhubung dalam suatu tren. Tetapi penyelidikan masih berlangsung. Saya dengan tegas membantah kesalahan para dokter," katanya.

Saat ini, empat anak masih dalam pengawasan di unit perawatan intensif. Dari 32 bayi baru lahir yang dirawat di unit perawatan intensif neonatal, 17 berada dalam kondisi kritis karena infeksi intrauterin, sementara 16 bayi lahir prematur. (haninmazaya/arrahmah.id)

Rusiasiberia