Memuat...

Seorang Walikota di Perancis melarang pelajaran bahasa Arab dan Turki

Hanin Mazaya
Kamis, 18 Februari 2016 / 10 Jumadilawal 1437 14:35
Seorang Walikota di Perancis melarang pelajaran bahasa Arab dan Turki
Foto diambil pada 8 Februari 2016 memperlihatkan kalimat yang berarti "sekolah dalam bahaya" yang ditulis di papan tulis sebuah kelas di sekolah dasar Jean Perrin di Marseille dalam sebuah langkah untuk memprotes kondisi buruk sekolah umum di Perancis. (Foto: AFP)

MIGENNES (Arrahmah.com) - Seorang walikota Perancis, Francois Boucher yang memimpin kota Migennes pada Selasa (16/2/2016) melarang pelajaran bahasa Arab dan Turki di sekolah-sekolah di bawah pemerintahannya untuk alasan "keamanan", ujar laporan Anadolu.

Boucher berasal dari Partai Republik yang saat ini dipimpin oleh mantan presiden Nicolas Sarkozy.

Wakil Kepala Asosiasi Kebudayaan Turki Migennes, Faruk Biyik mengatakan kepada Anadolu bahwa kelas bahasa Arab dan Turki yang diberikan di sekolah umum sebagai bagian dari bahasa ibu dan program pendidikan budaya (ELCO) telah dilarang dengan dalih "keamanan dan ancaman teror", seperti dilansir MEMO pada Rabu (17/2).

Biyik juga mengatakan bahwa sekitar 90 siswa mengambil kelas tersebut. Dia dan rekan-rekannya telah bertanya kepada Akademi Pendidikan Perancis dan gubernur provinsi mengenai keputusan walikota. Kedua badan membantah adanya keputusan yang melarang pengajaran dua bahasa tersebut.

Meski tidak menemui para guru, Biyik mengatakan bahwa Walikota Boucher menuduh guru kelas bahasa Arab dan Turki tidak mengenal Perancis, mengatakan bahwa tidak jelas darimana mereka berasal.

Biyik menggambarkan keputusan itu sebagai sebuah tindakan tidak adil, ia mengatakan bahwa ia akan melanjutkan upaya untuk memperkenalkan kembali kursus bahasa tersebut. (haninmazaya/arrahmah.com)