Memuat...

Setelah Aksi di Gush Etzion, 'Israel' Kepung Beit Ummar, Tahan 100 Warga Palestina

Zarah Amala
Kamis, 20 November 2025 / 30 Jumadilawal 1447 11:01
Setelah Aksi di Gush Etzion, 'Israel' Kepung Beit Ummar, Tahan 100 Warga Palestina
Serangan 'Israel' di Tepi Barat yang diduduki terus berlanjut. (Foto: via QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Tentara 'Israel' menahan sekitar 100 warga Palestina di kota Beit Ummar, sebelah utara Hebron (al-Khalil) di wilayah Tepi Barat yang diduduki, setelah menutup seluruh pintu masuk kota itu sejak Rabu dini hari (19/11/2025), menurut laporan kantor berita Anadolu.

Penggerebekan ini terjadi beberapa jam setelah seorang pemukim 'Israel' tewas dan tiga lainnya terluka, satu di antaranya kritis, dalam operasi tabrak-gasak (ramming) dan penikaman di persimpangan Gush Etzion, bagian selatan Tepi Barat. Operasi tersebut dilakukan oleh dua warga Palestina, salah satunya berasal dari Beit Ummar, dan keduanya ditembak mati oleh pasukan 'Israel', menurut laporan Anadolu.

Pada Selasa (18/11), Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa Otoritas Urusan Sipil Palestina, penghubung resmi dengan 'Israel', memberitahukan bahwa Imran al‐Atrash dari Hebron dan Walid Mohammed Sabarneh dari Beit Ummar tewas ditembak 'Israel' di dekat Bethlehem, di Tepi Barat selatan.

Pasukan 'Israel' menyerbu Beit Ummar pada Rabu dini hari dan menggerebek puluhan rumah, termasuk rumah keluarga Sabarneh, serta merusak isinya, menurut saksi kepada Anadolu.

Mereka mengatakan bahwa tentara melancarkan kampanye penangkapan besar-besaran di kota tersebut dan menahan sekitar 100 orang.

Menurut para saksi, tentara mengubah stadion kota menjadi lokasi tahanan sementara sekaligus tempat interogasi.

Video yang beredar daring menunjukkan tentara 'Israel' menggiring warga Palestina yang tangan mereka diikat, di dalam kota.

Warga mengatakan bahwa tentara menutup semua pintu masuk Beit Ummar menggunakan gundukan tanah dan gerbang besi, sehingga keluar-masuk kota menjadi mustahil. Jaringan Quds News Network melaporkan bahwa ambulans tidak dapat masuk atau keluar dari kota.

Menurut Perhimpunan Tahanan Palestina (PPS), interogasi lapangan disertai penyiksaan dan pemukulan berat, menurut laporan kantor berita resmi Palestina, WAFA.

Pasukan pendudukan juga mencuri uang dan perhiasan emas, menyita kendaraan dan perangkat elektronik, mengubah rumah-rumah menjadi titik militer, menggunakan warga sebagai tameng manusia, serta membagikan selebaran berisi ancaman langsung kepada penduduk, menurut laporan tersebut.

Tentara 'Israel' telah meningkatkan serangan di Tepi Barat sejak pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023.

Sejak itu, lebih dari 1.076 warga Palestina telah dibunuh, dan 10.700 lainnya terluka akibat serangan tentara 'Israel' dan pemukim ilegal di wilayah pendudukan tersebut. Lebih dari 20.500 orang juga telah ditangkap.

Pada Juli tahun lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) mengeluarkan pendapat bersejarah yang menyatakan bahwa pendudukan 'Israel' atas wilayah Palestina adalah ilegal dan menuntut pengosongan seluruh permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. (zarahamala/arrahmah.id)