Memuat...

Solusi Dua Negara 'Israel'-Palestina, IRGC: Upaya-Upaya Setan!

Hanoum
Senin, 4 Agustus 2025 / 11 Safar 1447 04:15
Solusi Dua Negara 'Israel'-Palestina, IRGC: Upaya-Upaya Setan!
Anggota Korps Garda Revolusi Iran sedang mengikuti latihan tempur. [Foto: Wana News Agency/Reuters]

TEHERAN (Arrahmah.id) -- Korps Garda Revolusi IRAN (IRGC) mengecam upaya untuk mempromosikan solusi dua negara guna mengakhiri konflik 'Israel'-Palestina. Kecaman muncul beberapa hari setelah konferensi PBB yang diketuai bersama oleh Arab Saudi mendorong solusi tersebut.

"Upaya-upaya setan ini mengamanatkan solusi dua negara untuk mengakhiri masalah Palestina," kata IRGC Iran dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (2/8/2025).

"Namun perlawanan tetap teguh di jalan Haniyeh dan yang lainnya," lanjut pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Iran International (3/8).

Garda Revolusi juga mengatakan bahwa jalan ke depan bukanlah kompromi politik, melainkan perlawanan yang berkelanjutan.

Mengutip slogan Hamas yang dikaitkan dengan Haniyeh, pernyataan IRGC lebih lanjut berbunyi: "Kami tidak mengakui 'Israel'—tidak pernah, tidak pernah, tidak pernah."

Pernyataan IRGC menggambarkan perang di Gaza sebagai genosida yang dilakukan 'Israel' dengan tujuan yang lebih luas, yaitu merebut wilayah-wilayah strategis dan kaya sumber daya di dunia Islam.

“Mereka yang merekayasa genosida di Gaza tidak diragukan lagi mengejar tujuan yang lebih besar—menelan wilayah-wilayah kaya dan strategis dunia Muslim,” katanya.

“Namun dengan pertolongan Tuhan, pecahnya kesunyian global dan gelombang protes internasional anti-Zionis akan menghancurkan harapan dan ambisi kelompok kriminal Zionis-Amerika, yang kini harus menunggu terungkapnya nasib tersembunyi mereka," imbuh IRGC.

IRGC kembali mengutuk pembunuhan Haniyeh di Teheran, yang terjadi saat dia berada di kota itu untuk menghadiri pelantikan presiden Iran.

IRGC menganggap perlawanan Palestina yang berkelanjutan sebagai warisan Haniyeh dan para pemimpin perjuangan anti-Israel lainnya yang terbunuh.

"Badai al-Aqsa bukanlah peristiwa yang akan berlalu, melainkan sebuah doktrin strategis yang disegel oleh darah para martir," katanya, merujuk pada serangan Hamas terhadap 'Israel' pada 7 Oktober 2023. (hanoum/arrahmah.id)