Memuat...

Tentara 'Israel' Pelaku Pemerkosaan Warga Palestina Mengaku Dirinya Korban

Hanoum
Kamis, 6 November 2025 / 16 Jumadilawal 1447 08:21
Tentara 'Israel' Pelaku Pemerkosaan Warga Palestina Mengaku Dirinya Korban
Tangkapan layar video tentara Israel pelaku pemerkosaan warga Palestina dalam sebuah konferensi pres terbaru. [Foto: X]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Sekelompok tentara 'Israel', yang dihukum pada tahun 2024 karena menyiksa dan melakukan kekerasan seksual terhadap seorang tahanan Palestina di penjara Sde Teiman, secara terbuka membela kejahatan mereka dan menuntut rasa terima kasih atas tindakan mereka, sambil menuduh media melakukan penganiayaan.

Para tentara, yang tampak mengenakan topeng hitam untuk menyembunyikan identitas mereka, menyampaikan komentar mereka dalam konferensi pers yang diadakan di depan Mahkamah Agung di Yerusalem Barat pada hari Senin (3/11/2025).

"Saya di sini hari ini karena saya lelah dengan kebisuan ini. Alih-alih rasa terima kasih, kami justru menerima tuduhan, alih-alih rasa terima kasih, yang ada hanyalah kebisuan," kata salah satu tentara yang dituduh, yang diidentifikasi dengan inisial A, seperti dikutip dari Herald USA (5/11), "Kami tidak diizinkan untuk menanggapi atau menjelaskan; Kami diberi persidangan sandiwara di depan kamera, dan kalian sudah memutuskan siapa yang bersalah."

Sambil membanggakan tindakan mereka, salah saeorang dari mereka berkata: "Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan terus berjuang demi keadilan dan demi keluarga kami. Mungkin kalian mencoba menghancurkan kami, tetapi kalian lupa bahwa kami adalah kekuatan seratus orang."

Tindakan mereka bermula pada Juli 2024, ketika sekelompok tentara 'Israel' dituduh menyiksa dan memperkosa seorang tahanan Palestina dari Gaza di Sde Teiman, di Israel selatan, yang menyebabkan luka serius dan robekan rektum internal. Sebuah video serangan tersebut dibocorkan oleh seorang jaksa militer.

Pada hari Senin, pengadilan Tel Aviv memperpanjang penahanan mantan jaksa militer Yifat Tomer-Yerushalmi selama tiga hari setelah ia mengizinkan perilisan video penyiksaan tersebut, yang memicu kemarahan global.

Tomer-Yerushalmi mengundurkan diri pada hari Jumat, dengan mengatakan bahwa ia mengizinkan perilisan rekaman tersebut "untuk melawan propaganda palsu terhadap lembaga penegak hukum di militer."

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa 'Israel' membebaskan tahanan yang diserang tersebut pada bulan Oktober dan mengembalikannya ke Gaza, meskipun Hamas maupun lembaga-lembaga tahanan Palestina belum mengonfirmasi hal tersebut. Ia adalah salah satu dari lebih dari 10.000 warga Palestina di penjara-penjara Israel, termasuk perempuan dan anak-anak, yang menghadapi penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis. (hanoum/arrahmah.id)