LONDON (Arrahmah.id) — Surat kabar The Times mengungkap bahwa militer Inggris telah menyewa perusahaan swasta asal Amerika Serikat untuk melakukan operasi mata-mata di langit Gaza, dalam rangka mencari informasi terkait tawanan militer “Israel”.
Dalam laporan eksklusif yang dirilis pada Rabu (6/8/2025), Times menyebut bahwa militer Inggris menggunakan jasa perusahaan tersebut karena keterbatasan armada pesawat pengintai milik Angkatan Udara Kerajaan (RAF).
Mengutip sumber dari Kementerian Pertahanan Inggris, surat kabar itu melaporkan bahwa pemerintah membayar perusahaan yang berbasis di negara bagian Nevada, AS, untuk melakukan pengintaian demi menemukan tawanan dari pihak “Israel”.
Menurut laporan tersebut, adanya “kesalahan pemula” menyebabkan terbongkarnya kontrak antara militer Inggris dan perusahaan tersebut. Disebutkan bahwa perusahaan menggunakan pesawat mata-mata dengan nomor registrasi “N6147U” atas nama pemerintah Inggris.
Times menyebut bahwa sistem pelacak (transponder) pesawat tersebut tetap aktif saat terbang di atas wilayah Khan Younis, selatan Gaza, pada 28 Juli lalu, sehingga memungkinkan para pengamat melacak pesawat dan rutenya.
Dalam laporan sebelumnya pada Selasa (5/8/2025), Times juga menyatakan bahwa pesawat mata-mata milik Inggris terus beroperasi di atas langit Gaza untuk mengirimkan informasi intelijen kepada militer “Israel”.
Surat kabar itu mengutip pernyataan dari sumber-sumber pemerintahan yang membenarkan bahwa data intelijen yang dikumpulkan dari berbagai unsur Inggris di kawasan—termasuk Angkatan Udara Kerajaan—telah diserahkan kepada militer Zionis untuk memberikan informasi langsung tentang keberadaan para tawanan.
Kendati demikian, laporan itu juga menyebut adanya “kejenuhan dan rasa frustrasi” di kalangan Kementerian Pertahanan Inggris terhadap tindakan brutal “Israel” di Gaza.
Sumber militer Inggris bahkan dikabarkan terkejut dengan keputusan pemerintah yang melakukan “privatisasi” misi pengintaian demi membantu “Israel”, dan mempertanyakan mengapa London terus memberikan dukungan semacam itu meskipun telah melihat gambar-gambar memilukan dari rakyat Palestina yang kelaparan di Gaza.
(Samirmusa/arrahmah.id)
