Memuat...

Tiga Warga Palestina Gugur, Gaza Masih Dibombardir 'Israel' di Bawah Gencatan Senjata

Zarah Amala
Sabtu, 1 November 2025 / 11 Jumadilawal 1447 10:31
Tiga Warga Palestina Gugur, Gaza Masih Dibombardir 'Israel' di Bawah Gencatan Senjata
'Israel' kembali melanjutkan serangannya ke Gaza. (Foto: media sosial, via QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Tiga warga Palestina gugur dalam sejumlah insiden terpisah di Jalur Gaza pada Jumat (31/10/2025).

Satu orang dilaporkan tewas ditembak oleh pasukan 'Israel' di Jabaliya al-Balad, utara Gaza; satu lainnya meninggal akibat serangan artileri 'Israel' di lingkungan Shuja’iyya, timur Kota Gaza; sementara korban ketiga gugur setelah sebelumnya terluka dalam serangan terhadap tenda pengungsi di daerah Mawasi, Khan Yunis.

Meski berbagai organisasi internasional telah memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan di Gaza masih sangat memprihatinkan, penduduk setempat terus menunggu masuknya bantuan dalam jumlah memadai, termasuk pasokan medis dan kesehatan.

Sumber di Rumah Sakit Al-Ahli Baptist melaporkan bahwa seorang pria Palestina tewas dan saudaranya terluka akibat tembakan pasukan 'Israel' di Shuja’iyya. Sementara itu, pasukan pendudukan juga menghancurkan sejumlah bangunan tempat tinggal dan melakukan pengeboman bersamaan di kawasan Shuja’iyya dan Tuffah, keduanya terletak di timur Kota Gaza.

Menurut koresponden Al Jazeera, pasukan 'Israel' melancarkan serangan dan penggerebekan di beberapa wilayah timur Khan Yunis serta menghancurkan gedung milik perusahaan listrik di kota Abasan yang berdekatan. Serangan artileri berat dan tembakan dari helikopter juga dilaporkan terjadi, bersamaan dengan operasi penghancuran berskala besar.

Saksi mata yang dikutip oleh Al Jazeera mengatakan bahwa pasukan pendudukan melaksanakan sedikitnya empat operasi penghancuran besar di timur Khan Yunis dan menghancurkan sejumlah rumah tambahan di timur Kota Gaza.

Sejak perjanjian gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober, pasukan 'Israel' terus menghancurkan bangunan dan infrastruktur di Jalur Gaza, terutama di lingkungan Shuja’iyya, Tuffah, dan Khan Yunis.

Serangan-serangan tersebut seringkali melibatkan jebakan bahan peledak dan tembakan artileri, dengan tujuan meratakan sisa-sisa rumah warga sipil.

Kompleks Medis Nasser di Khan Yunis melaporkan telah menerima 30 jenazah tawanan Palestina yang diserahkan oleh pasukan pendudukan 'Israel' sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran yang masih berlangsung dengan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas).

Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Christian Lindmeier, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kebutuhan paling mendesak di Gaza saat ini meliputi pemantauan penyakit dan pasokan medis yang memadai. Ia menekankan bahwa lebih dari 600 truk bantuan dibutuhkan setiap hari, jumlah yang sama seperti saat masa damai.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Tom Fletcher, menyebut kondisi di Gaza tetap “sangat sulit” meski ada sedikit peningkatan dalam masuknya bantuan sejak gencatan senjata dimulai.

Berbicara kepada Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), Fletcher menyerukan peningkatan pendanaan dan pembukaan lebih banyak jalur penyeberangan untuk memperlancar distribusi bantuan.

Sementara itu, warga Gaza terus menghadapi kesulitan sehari-hari akibat jalan-jalan yang hancur, debu tebal di udara, biaya transportasi yang melonjak, serta waktu tempuh yang sangat panjang bahkan untuk jarak pendek. (zarahamala/arrahmah.id)