GAZA (Arrahmah.id) - Tiga warga Palestina gugur ditembak pasukan pendudukan 'Israel' ketika mereka kembali untuk memeriksa rumah mereka di kawasan Sha‘af, lingkungan Tuffah, sebelah timur Kota Gaza, menurut laporan Al Jazeera yang mengutip sumber medis di Rumah Sakit Al-Ahli Baptist.
Insiden ini jelas merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata yang dimaksudkan untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza, bahkan ketika pasukan 'Israel' mengumumkan telah membuka kembali penyeberangan Karam Abu Salem (Shalom) dan Kissufim.
Menurut laporan Pertahanan Sipil Gaza, pasukan 'Israel' juga membombardir beberapa wilayah di Gaza tengah, Khan Yunis, dan Rafah, menambah daftar pelanggaran gencatan senjata yang terus bertambah.
Lembaga itu menyebut timnya telah mendokumentasikan serangan yang disengaja terhadap sekolah-sekolah yang menampung warga pengungsi, memperburuk kondisi kemanusiaan yang sudah sangat kritis di seluruh Jalur Gaza.
Sementara itu, Rumah Sakit Al-Awda melaporkan telah menerima 24 jenazah dan 74 korban luka dalam 24 jam terakhir akibat serangan udara 'Israel' terhadap kamp-kamp pengungsi di Gaza tengah, yang sekali lagi menunjukkan pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Khan Yunis melaporkan kerusakan katastrofik pada jaringan air dan pembuangan limbah di wilayahnya. Sekitar 300 kilometer dari total 400 kilometer jaringan air kota telah hancur total, begitu pula 220 kilometer dari 300 kilometer sistem pembuangan limbah.
Pemerintah kota menambahkan bahwa peralatan berat untuk membersihkan puing-puing kini sudah rusak parah, dan tidak ada alat baru yang diizinkan masuk ke Gaza sejak 2007, ketika 'Israel' mulai memberlakukan blokade ketat.
Tom Fletcher, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, menekankan kebutuhan mendesak akan buldoser dan alat berat untuk mengevakuasi korban yang masih tertimbun reruntuhan serta memulai proses rekonstruksi Gaza.
Perjanjian gencatan senjata ini sebelumnya menandai berakhirnya perang genosida yang dilancarkan 'Israel' dengan dukungan AS sejak 7 Oktober 2023, yang telah menewaskan 68.159 warga Palestina dan melukai 170.203 lainnya, sebagian besar anak-anak dan perempuan, serta menghancurkan 90 persen infrastruktur sipil Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)
