Memuat...

Trump Bernafsu Kuasai Greenland, 6 Negara NATO Menentang Keras

Hanoum
Jumat, 9 Januari 2026 / 20 Rajab 1447 03:37
Trump Bernafsu Kuasai Greenland, 6 Negara NATO Menentang Keras
Foto ilustrasi. [Foto: Bhaskar English]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Ketegangan geopolitik global kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka menyatakan ambisinya untuk mengakuisisi Greenland.

Pernyataan tersebut tidak hanya memicu perdebatan tajam pada ranah diplomasi internasional, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan sekutu AS, khususnya dalam aliansi pertahanan North Atlantic Treaty Organization (NATO).

Isu Trump merebut Greenland kembali mencuat sebagai sorotan utama karena menyangkut kedaulatan wilayah otonom milik Kerajaan Denmark yang memiliki posisi strategis di Kawasan Arktik.

Sejumlah negara NATO pun mulai mengambil sikap tegas untuk memastikan prinsip kedaulatan dan integritas teritorial tetap dihormati.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengungkapkan Presiden Trump tengah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk penggunaan kekuatan militer, dalam upaya merebut Greenland.

Menurut Karoline, langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari kepentingan strategis Amerika Serikat dalam menjaga keamanan nasional.

“Presiden Trump telah menyatakan dengan jelas mengakuisisi Greenland adalah prioritas keamanan nasional Amerika Serikat, dan ini sangat penting untuk mencegah musuh kita di wilayah Arktik,” ujar Leavitt seperti dikutip dari AFP (8/1/2026).

Ia menambahkan hingga kini Trump dan tim kebijakan luar negerinya masih mendiskusikan langkah paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Penggunaan kekuatan militer, meski kontroversial, disebut tetap menjadi salah satu opsi yang tersedia.

“Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi panglima tertinggi,” tambah Leavitt.

Pernyataan Trump Greenland tersebut langsung memicu reaksi keras dari Eropa. Bersama Denmark, enam negara anggota NATO secara terbuka menolak ambisi Trump dan menyerukan penghormatan penuh terhadap kedaulatan Greenland.

Keenam negara tersebut adalah Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris. Dalam pernyataan bersama, ketujuh negara menegaskan Greenland merupakan wilayah otonomi Kerajaan Denmark dan tidak dapat dijadikan objek klaim sepihak oleh negara mana pun.

“Greenland adalah milik rakyatnya. Hanya Denmark dan Greenland yang berhak memutuskan hal-hal yang menyangkut masa depan Denmark dan Greenland,” tegas para pemimpin ketujuh negara dalam pernyataan resmi mereka.

Seruan tersebut menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan, integritas teritorial, serta keutuhan perbatasan Greenland sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas Kawasan Arktik.

Dalam pernyataan yang sama, negara-negara NATO tersebut juga menegaskan keamanan kawasan Arktik harus dijaga secara kolektif melalui kerja sama multilateral. Mereka menyebut banyak negara Eropa telah meningkatkan kehadiran militer, aktivitas strategis, serta investasi untuk memastikan stabilitas di wilayah Greenland.

“Keamanan Arktik harus dicapai secara kolektif bersama sekutu-sekutu NATO, termasuk Amerika Serikat, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip Piagam PBB, seperti kedaulatan, integritas teritorial, dan perbatasan yang tidak dapat diganggu gugat,” bunyi pernyataan bersama tersebut.

Para pemimpin NATO juga menegaskan Prinsip-prinsip tersebut bersifat universal dan akan terus dibela demi menjaga tatanan internasional yang berbasis hukum.

Meski menolak ambisi Trump Greenland, negara-negara NATO tetap menegaskan posisi Amerika Serikat sebagai mitra penting dalam menjaga stabilitas Kawasan Arktik.

Hal ini merujuk pada status AS sebagai sekutu NATO serta adanya perjanjian pertahanan antara Kerajaan Denmark dan Amerika Serikat yang telah berlaku sejak 1951.

Selain itu, negara-negara Nordik dan Arktik, seperti Finlandia, Islandia, Norwegia, dan Swedia juga menyatakan komitmen kolektif untuk menjaga keamanan dan stabilitas Greenland melalui peningkatan pencegahan dan pertahanan kawasan.

“Kami telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pencegahan dan pertahanan di kawasan ini, termasuk melalui peningkatan kemampuan, aktivitas, kehadiran, serta kesadaran situasional,” ujar para menteri luar negeri negara-negara Nordik.

Isu Trump tersebut pun menegaskan, Greenland bukan sekadar wilayah geografis, melainkan titik krusial dalam persaingan geopolitik global. Dukungan luas NATO terhadap kedaulatan Greenland menjadi sinyal kuat masa depan wilayah Arktik harus ditentukan melalui kerja sama internasional, bukan tekanan sepihak. (hanoum/arrahmah.id)

 

 

HeadlineNatoAmerika Serikatpresidendonald trumpgreenland