Memuat...

Trump Cabut Penetapan Hai'ah Tahrir Syam Sebagai Kelompok Teror

Hanin Mazaya
Selasa, 8 Juli 2025 / 13 Muharam 1447 06:37
Trump Cabut Penetapan Hai'ah Tahrir Syam Sebagai Kelompok Teror
(Foto: SANA via Reuters)

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Pemerintahan Trump mencabut penetapan Organisasi Teroris Asing (FTO) untuk Hai'ah Tahrir Syam Suriah, yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhah Nushrah, diplomat tertinggi AS mengatakan pada Senin (7/7/2025).

“Sejalan dengan janji Presiden Trump pada 13 Mei untuk memberikan keringanan sanksi kepada Suriah, saya mengumumkan niat saya untuk mencabut sebutan Organisasi Teroris Asing (FTO) untuk Jabhah Nushrah, yang juga dikenal sebagai Hai'ah Tahrir Syam (HTS), di bawah Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan,” ujar Rubio dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan bahwa pencabutan tersebut akan efektif pada Selasa, 8 Juli.

Langkah ini diambil menyusul pembubaran HTS yang diumumkan oleh Suriah dan komitmen pemerintah Suriah untuk memerangi terorisme dalam segala bentuknya, menurut Rubio, yang menambahkan bahwa keputusan ini juga mengakui tindakan positif yang diambil oleh presiden sementara Suriah, Ahmad ASy Syaraa, seperti dilaporkan Al Arabiya.

“Pencabutan FTO ini merupakan langkah penting dalam memenuhi visi Presiden Trump untuk mewujudkan Suriah yang stabil, bersatu, dan damai,” tambahnya.

Langkah ini diambil seminggu setelah Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif yang mengakhiri program sanksi AS terhadap Suriah, untuk membantu mengakhiri isolasi negara tersebut dari sistem keuangan internasional dan membangun janji Washington untuk membantunya membangun kembali setelah perang yang menghancurkan.

Perintah ini membongkar arsitektur sanksi AS yang ada di Suriah dan mengakhiri keadaan darurat nasional yang pertama kali diumumkan pada 2004. Perintah ini juga mencabut lima perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh pemerintahan sebelumnya yang menjadi dasar program sanksi terhadap Damaskus.

Dalam kunjungannya ke Riyadh bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan memerintahkan pencabutan semua sanksi terhadap Suriah atas permintaan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Di Riyadh, Trump bertemu dengan Asy Syaraa, pertemuan pertama antara kepala negara AS dan Suriah sejak tahun 2000. Presiden AS mengatakan bahwa Asy Syaraa, yang sebelumnya ditetapkan sebagai teroris oleh AS, memiliki “kesempatan yang nyata untuk mempertahankannya” dan merupakan seorang “pria muda yang menarik, dengan masa lalu yang sangat kuat.”  (haninmazaya/arrahmah.id)