Memuat...

Trump Murka Usai 3 Tentaranya Tewas Dibunuh ISIS di Suriah

Hanoum
Senin, 15 Desember 2025 / 25 Jumadilakhir 1447 03:24
Trump Murka Usai 3 Tentaranya Tewas Dibunuh ISIS di Suriah
Presiden AS Donald Trump, Tariq al-Satouf (dalam lingkaran). [Foto: New Yorl Post]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump murka setelah tiga personel militer AS tewas dibunuh dalam penyergapan yang diduga dilakukan anggota kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah. Ketiganya terdiri dari dua tentara AS, dan seorang penerjemah warga negara AS.

Trump berjanji akan melakukan pembalasan serius terhadap ISIS atas insiden itu.

Ini menjadi serangan pertama terhadap pasukan AS setelah jatuhnya rezim Bashar Al-Assad tahun lalu.

Sementara itu tiga anggota militer AS, dan setidaknya dua tentara Suriah terluka dalam penyergapan tersebut.

Di media sosial Truth (14/12/2025), Trump mengatakan ia telah menerima konfirmasi bahwa tentara AS yang cedera kondisinya baik-baik saja. Namun, ia memperingatkan akan ada konsekuensi serius atas apa yang digambarkannya sebagai serangan ISIS.

“Ini adalah serangan ISIS terhadap AS dan Suriah. Ini merupakan bagian paling berbahaya bagi Suriah, yang belum mereka kontrol sepenuhnya,” tulis Trump di media sosial tersebut dikutip dari Al Jazeera (14/12).

“Presiden Suriah, Ahmad Asy Syaraa, sangat marah dan terganggu dengan serangan ini. Akan ada pembalasan,” lanjutnya.

Pernyataan Trump itu, meneruskan pernyataan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yang berjanji akan melakukan tindakan terhadap mereka yang menyerang tentara AS.

“Biar mereka tahu, jika menargetkan warga AS, di seluruh dunia, Anda akan menghabiskan sisa hidup yang singkat dengan penuh kecemasan, mengetahui AS akan memburu Anda, menemukan Anda, dan membunuh Anda tanpa ampun,” tulis Hegseth di media sosial.

Serangan tersebut pertama kali diungkapkan oleh Komando Pusat AS (Centcom).

Mereka mengkategorikan serangan itu sebagai penyergapan yang dilakukan seorang anggota ISIS bersenjata, yang terlibat baku tembak dan kemudian tewas.

Hegseth kemudian mengatakan bahwa pelaku penembakan yang bernama Tariq al-Satouf tewas oleh pasukan sekutu.

Al Satouf adalah seorang pemuda Suriah dari desa Batara al-Khashir, yang terletak di antara Aleppo & Idlib di wilayah selatan. Dia bergabung dengan ISIS ketika kelompok tersebut menguasai desanya.

Setelah ISIS dikalahkan oleh koalisi internasional, ia pergi ke Raqqa, namun segera pergi ke gurun dari tahun 2018 -2024 setelah pasukan AS menguasai kota tersebut. Mendengar Assad jatuh, ia kembali ke desanya dan bergabung dengan kepolisian Suriah. (hanoum/arrahmah.id)