Memuat...

Tuai Perdebatan, 'Israel' Rilis Foto Dokumentasi Pembunuhan Yahya Sinwar

Hanoum
Sabtu, 18 Oktober 2025 / 27 Rabiulakhir 1447 03:53
Tuai Perdebatan, 'Israel' Rilis Foto Dokumentasi Pembunuhan Yahya Sinwar
Dari kiri ke kanan: Mantan Kepala Direktorat Operasi Mayjen Oded Basiuk, mantan Kepala Komando Selatan Mayjen Yaron Finkelman, dan Kepala Divisi Gaza Brigjen Barak Hiram berdiri di samping jenazah pemimpin Hamas Yahya Sinwar di Rafah, Gaza selatan, pada 17 Oktober 2024. [Foto: IDF]

GAZA (Arrahmah.id) -- Militer 'Israel' memicu perdebatan internasional setelah merilis foto yang diklaim sebagai dokumentasi pembunuhan pemimpin kelompok perlawanan Palestina Hamas, Yahya Sinwar, tepat setahun setelah ia dilaporkan syahid dalam operasi militer di Khan Younis, Gaza selatan.

Foto tersebut dipublikasikan pada Kamis (16/10/2025), menjelang pembukaan pameran militer 'Israel' bertajuk Enduring Moments di Pusat Yitzhak Rabin, Tel Aviv.

Publikasi foto Sinwar ini terjadi di tengah peringatan dua tahun genosida Gaza yang pecah pascaserangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Dalam gambar yang dirilis, tiga perwira tinggi 'Israel' tampak berdiri di atas jenazah yang diyakini sebagai Yahya Sinwar. Mereka adalah Brigadir Jenderal Barak Hiram (Komandan Divisi Gaza), mantan kepala Komando Selatan Mayjen Yaron Finkelman, serta mantan kepala Direktorat Operasi Mayjen Oded Basiuk.

Militer 'Israel' menyebut foto itu sebagai momen bersejarah yang mendokumentasikan penghapusan salah satu musuh terbesar 'Israel'.

Foto tersebut pertama kali diungkap oleh media Israel Haaretz dan Channel 12. Menukil laporan New Arab pada Jumat (17/10), foto itu diambil oleh seorang sersan staf yang hanya diidentifikasi dengan inisial “A”. Ia bertugas sebagai dokumenter operasional dan mengaku dikirim langsung dari Lebanon ke Gaza untuk misi tersebut.

Ia mengatakan, misi itu berlangsung cepat setelah menerima konfirmasi bahwa Sinwar kemungkinan besar telah terbunuh.

“Sebelum tiba, juru bicara Komando Selatan berkata: ‘Kemungkinan besar Sinwar telah dibunuh. Anda akan pergi ke sana — tidak akan ada banyak waktu untuk mengambil gambar, jenazahnya harus dibawa ke Israel,’” ujar A, sebagaimana dikutip Channel 12.

A menggambarkan momen ketika foto itu diambil. “Kami naik ke lantai dua, selimut ditarik, dan di sanalah kami — berhadapan langsung dengan jenazah Yahya Sinwar,” katanya.

Harian Maariv merilis rincian investigasi internal militer 'Israel' yang menjelaskan Sinwar gugur setelah terluka dalam serangan udara oleh Batalyon 450. Ia disebut sempat melarikan diri ke bangunan lain sebelum akhirnya ditemukan drone pengintai Israel.

Saat mencoba melawan menggunakan papan kayu, Sinwar disebut ditembak dan dibiarkan berdarah hingga wafat beberapa jam kemudian. Otoritas Israel mengklaim hasil otopsi menunjukkan Sinwar tidak makan selama tiga hari sebelum kematiannya.

Publikasi foto itu pun menuai reaksi beragam di Israel dan luar negeri. Para pendukung memujinya sebagai kemenangan simbolis, sementara para kritikus menuduh tentara “mengagungkan pembunuhan” dan mencoba menulis ulang narasi perang.

Hamas hingga kini belum memberikan tanggapan langsung terkait beredarnya foto tersebut. Namun, awal pekan ini Hamas merilis pernyataan memperingati kematian Sinwar dengan menegaskan sumpahnya bahwa “bendera tidak akan jatuh sampai pembebasan dan berdirinya negara Palestina.” (hanoum/arrahmah.id)