Memuat...

Venezuela Mengecam Agresi Militer oleh AS

Hanin Mazaya
Sabtu, 3 Januari 2026 / 14 Rajab 1447 16:37
Venezuela Mengecam Agresi Militer oleh AS
Asap mengepul di bandara La Carlota setelah ledakan dan suara pesawat terbang rendah terdengar di Caracas, Venezuela. (Foto: AP)

CARACAS (Arrahmah.id) - Ledakan keras, disertai suara yang menyerupai pesawat terbang melintas, terdengar di Caracas sekitar pukul 02.00 pagi waktu setempat pada Sabtu (3/1/2026), menurut laporan seorang jurnalis AFP.

Ledakan tersebut terjadi ketika Presiden AS Donald Trump, yang telah mengerahkan gugus tugas angkatan laut ke Karibia, mengangkat kemungkinan serangan darat terhadap Venezuela.

Suara ledakan masih terdengar sekitar pukul 02.15 pagi, meskipun lokasi pastinya tidak jelas.

Pada Senin, Trump mengatakan Amerika Serikat telah menyerang dan menghancurkan area dermaga yang diduga milik kapal-kapal penyelundup narkoba Venezuela.

Pemimpin Partai Republik itu tidak mengatakan apakah itu operasi militer atau CIA atau di mana serangan itu terjadi, hanya mencatat bahwa itu "di sepanjang pantai."

Serangan itu akan menjadi serangan darat pertama yang diketahui di tanah Venezuela.

Presiden Nicolas Maduro belum mengonfirmasi atau membantah serangan hari Senin itu, tetapi mengatakan pada Kamis bahwa ia terbuka untuk kerja sama dengan Washington setelah berminggu-minggu tekanan militer AS.

Pemerintahan Trump menuduh Maduro memimpin kartel narkoba dan mengatakan sedang menindak tegas perdagangan narkoba, tetapi pemimpin sayap kiri itu membantah keterlibatannya dalam perdagangan narkoba, dengan mengatakan Washington berupaya menggulingkannya karena Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar yang diketahui di dunia.

Washington telah meningkatkan tekanan pada Caracas dengan secara tidak resmi menutup wilayah udara Venezuela, memberlakukan lebih banyak sanksi, dan memerintahkan penyitaan kapal tanker yang bermuatan minyak Venezuela.

Selama berminggu-minggu Trump telah mengancam serangan darat terhadap kartel narkoba di wilayah tersebut, dengan mengatakan serangan akan dimulai "segera," dan Senin menjadi contoh pertama yang terlihat.

Pasukan AS juga telah melakukan banyak serangan terhadap kapal-kapal di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur sejak September, menargetkan apa yang Washington sebut sebagai penyelundup narkoba.

Namun, pemerintah belum memberikan bukti bahwa kapal-kapal yang ditargetkan terlibat dalam perdagangan narkoba, sehingga memicu perdebatan tentang legalitas operasi ini.

Kampanye maritim yang mematikan ini telah menewaskan sedikitnya 107 orang dalam setidaknya 30 serangan, menurut informasi yang dirilis oleh militer AS.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu mengumumkan keadaan darurat atas apa yang disebut pemerintahnya sebagai "agresi militer yang sangat serius" oleh Amerika Serikat terhadap ibu kota Caracas.

Beberapa ledakan, disertai suara yang menyerupai pesawat terbang melintas, terdengar di sekitar kota, menurut laporan AFP.

"Venezuela menolak, menyangkal, dan mengecam di hadapan komunitas internasional agresi militer yang sangat serius yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan rakyat Venezuela," kata pemerintah Maduro. (haninmazaya/arrahmah.id)

Amerika Serikatvenezuela