Memuat...

171 Ribu Rumah Rusak Akibat Bencana di Sumatra, Dompet Dhuafa Bangun 1.000 Rumah Sementara untuk Penyintas

Ameera
Kamis, 1 Januari 2026 / 12 Rajab 1447 12:28
171 Ribu Rumah Rusak Akibat Bencana di Sumatra, Dompet Dhuafa Bangun 1.000 Rumah Sementara untuk Penyintas
171 Ribu Rumah Rusak Akibat Bencana di Sumatra, Dompet Dhuafa Bangun 1.000 Rumah Sementara untuk Penyintas

BANDA ACEH (Arrahmah.id) - Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat sedikitnya 171.379 unit rumah mengalami kerusakan hingga hancur akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Kondisi ini membuat ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa bertahan di pengungsian selama lebih dari satu bulan.

Sebagai bentuk respon pemulihan, Dompet Dhuafa menargetkan pembangunan 1.000 unit Rumah Sementara (RUMTARA) bagi para penyintas bencana di wilayah Sumatra. Pembangunan dilakukan secara bertahap di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Target awal, sebanyak 200 unit ditargetkan rampung pada Januari 2026.

Pada Rabu, 31 Desember 2025, Dompet Dhuafa telah meresmikan lima unit RUMTARA pertama di Tamiang Kota, Kabupaten Aceh Tamiang.

Selanjutnya, pembangunan akan dilanjutkan ke wilayah Pidie Jaya, Sumatra Utara, serta sejumlah titik lainnya di Sumatra Barat.

Rumah sementara ini dibangun di lahan bekas rumah milik penyintas dengan ukuran 4,8 x 4,8 meter, dan diprioritaskan bagi penyintas yang telah tinggal lebih dari satu bulan di pengungsian, terutama lansia, janda, yatim, serta para ustaz dan guru honorer.

“Alhamdulillah, Dompet Dhuafa telah merampungkan beberapa unit hunian sementara yang kami beri nama RUMTARA. Kami targetkan sebanyak 1.000 unit dalam satu tahun ke depan. Kami mohon dukungan masyarakat dan para donatur agar program ini dapat terwujud,” ujar Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika.

Ia menegaskan, RUMTARA bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol harapan bagi para penyintas untuk bangkit kembali.

“Kami ingin menghadirkan keyakinan bahwa setelah bencana, masih ada masa depan yang bisa diperjuangkan,” tambahnya.

Selain pembangunan hunian sementara, Dompet Dhuafa juga menyiapkan berbagai program pemulihan lainnya, termasuk pembangunan sumur, akses air bersih, listrik, taman bermain, musala, serta fasilitas kesehatan seperti klinik, pos medis, layanan gizi, dan layanan difabel.

Di bidang pendidikan, akan dilaksanakan Sekolah Ceria, sekolah darurat, bantuan school kit, serta pembelajaran berbasis komunitas.

Untuk pemulihan ekonomi, Dompet Dhuafa menyiapkan program cash for work, bantuan modal usaha (Mufakat), perbaikan sektor usaha masyarakat, serta dukungan logistik seperti air bersih, mushala darurat, renovasi masjid, hingga layanan servis motor gratis.

Sejak bencana terjadi pada akhir November 2025, Dompet Dhuafa telah bergerak sejak hari pertama. Bantuan disalurkan melalui jalur darat, laut, dan udara, termasuk tiga ton bantuan udara ke wilayah terpencil Takengon, Aceh Tengah.

Hingga 30 Desember 2025, program bantuan telah menjangkau 117.386 penerima manfaat.

Berbagai kolaborasi dilakukan bersama mitra, komunitas, brand, relawan, hingga tokoh publik.

Sejumlah influencer seperti Ria Ricis, Chiki Fawzi, Benu Boeloe, Marcella Zalianti, serta berbagai komunitas turut terlibat dalam aksi solidaritas ini.

Melalui upaya pemulihan yang terintegrasi, Dompet Dhuafa berharap penyintas dapat kembali menata kehidupan dengan aman, nyaman, dan bermartabat setelah bencana besar yang melanda wilayah Sumatra.

(ameera/arrahmah.id)

Headlinedompet dhuafaBencana di SumatraRumah Sementara