Memuat...

335 Lubang Peluru dan Satu Panggilan Terakhir, Mengenang Dua Tahun Kematian Hind Rajab

Zarah Amala
Jumat, 30 Januari 2026 / 12 Syakban 1447 10:30
335 Lubang Peluru dan Satu Panggilan Terakhir, Mengenang Dua Tahun Kematian Hind Rajab
Peringatan dua tahun kematian Hind Rajab dan kegagalan dunia lindungi anak-anak Gaza (QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Menandai peringatan dua tahun terbunuhnya Hind Rajab, bocah berusia lima tahun yang permohonan penyelamatannya melalui telepon sempat menggetarkan dunia, berbagai organisasi hak asasi manusia dan aktivis kembali mendesak akuntabilitas dan keadilan bagi rakyat Palestina di tengah serangan 'Israel' yang masih terus berlangsung.

Pada 29 Januari 2024, Hind tewas saat mencoba mengungsi ke tempat aman setelah mobil yang ia tumpangi bersama kerabatnya ditembaki oleh tank 'Israel'. Seluruh penumpang di dalam kendaraan tersebut tewas, kecuali Hind dan sepupunya yang berusia 15 tahun, Layan, yang sempat menelepon Bulan Sabit Merah Palestina untuk memohon bantuan.

Layan tewas tak lama kemudian, meninggalkan Hind sendirian di sambungan telepon.

Dua paramedis yang dikerahkan dengan ambulans Bulan Sabit Merah Palestina yang memiliki tanda jelas untuk menyelamatkannya, turut menjadi sasaran tembakan tank 'Israel' saat mendekat. Meskipun rute mereka telah dikoordinasikan dengan pasukan 'Israel' dan tetap menjaga kontak langsung selama misi, ambulans tersebut dihantam tembakan yang menewaskan kedua tenaga medis seketika. Kendaraan yang hancur itu kemudian ditemukan di dekat lokasi mobil Hind dengan bekas 335 lubang peluru.

Rekaman panggilan telepon tersebut tersebar luas di media sosial setelah kematiannya, memicu kemarahan internasional atas serangan 'Israel' dap warga sipil. Dalam rekaman tersebut, Hind terdengar terisak sambil memohon kepada petugas Bulan Sabit Merah, “Tolong jemput aku, tolong datanglah. Aku takut,” sementara suara tembakan terus terdengar di latar belakang.

Ibu Hind, Wissam Hamada, menyatakan, "Seluruh dunia telah membiarkan kami mati, kelaparan, hidup dalam ketakutan, dan diusir secara paksa tanpa melakukan tindakan apa pun."

Pada Juni 2024, investigasi Al Jazeera bekerja sama dengan lembaga forensik independen Forensic Architecture dan Earshot mengungkapkan rekonstruksi detail kejadian, sebuah tank 'Israel' berada hanya dalam jarak 13 hingga 23 meter saat melepaskan tembakan ke mobil Rajab. Selain itu, laporan PBB pada Juli 2024 yang mengutip analisis forensik menemukan bahwa mobil tersebut ditembak dari "jarak yang sangat dekat menggunakan jenis senjata yang hanya dimiliki oleh pasukan 'Israel'."

Menandai peringatan kedua ini, The Hind Rajab Foundation, sebuah lembaga hukum yang berbasis di Belgia, menyatakan bahwa banyak pemimpin dan prajurit 'Israel' bertindak seolah-olah keadilan tidak akan pernah bisa mengejar kejahatan mereka. Yayasan tersebut menegaskan tengah menyusun berkas forensik, mengumpulkan kesaksian, serta melacak para pelaku untuk mempersiapkan penangkapan dan tuntutan pidana.

“Jalur dari pengajuan kasus hingga vonis memang berat. Namun, itu bukan berarti keadilan tidak akan pernah tegak. Keadilan adalah sebuah proses, dan kami, para pengacara dan pemburu penjahat perang, tidak akan gentar,” tegas yayasan tersebut. Di media sosial, para aktivis kembali membagikan foto-foto Hind dengan pesan 'Beristirahatlah dalam damai' dan 'Jangan Pernah Lupakan'. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlinePalestinaGazaGenosidaisralhind rajab