Memuat...

Ratusan Siswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan MBG, 117 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Ameera
Jumat, 30 Januari 2026 / 12 Syakban 1447 12:46
Ratusan Siswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan MBG, 117 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Ratusan Siswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan MBG, 117 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

KUDUS (Arrahmah.id) — Ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus mengalami pusing, mual, diare hingga sesak napas usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan pada Rabu (28/1/2016).

Diduga, para siswa dan sejumlah guru mengalami keracunan makanan dari menu MBG berupa soto ayam.

MBG tersebut disalurkan oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota Kudus.

Akibat kejadian ini, sebanyak 117 siswa dan karyawan sekolah harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.

Wakil Kepala Humas SMA 2 Kudus, Dwiyana, mengatakan bahwa gejala keracunan sebenarnya sudah mulai dirasakan sebagian siswa sejak Rabu.

Namun, kasus ini baru terungkap secara menyeluruh pada Kamis, 29 Januari 2026, setelah banyak siswa tidak masuk sekolah.

“Sebetulnya pada Rabu kemarin sudah ada anak-anak yang mual dan pusing. Baru diketahui hari ini setelah banyak anak tidak masuk sekolah. Setelah didata, ternyata jumlahnya cukup banyak,” ujar Dwiyana, Kamis (29/1/2026).

Ia menambahkan, tidak hanya siswa yang mengalami gejala tersebut, tetapi juga beberapa guru yang mengonsumsi menu MBG yang sama.

Pihak sekolah kemudian meminta bantuan Puskesmas Purwosari dan melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus.

Saat pemeriksaan awal dilakukan, jumlah korban justru terus bertambah. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah dan tenaga kesehatan membutuhkan ambulans tambahan untuk mengevakuasi para siswa ke sejumlah rumah sakit di Kudus.

Mengetahui kejadian ini, Bupati Kudus Samani Intakoris langsung meninjau RSUD Kudus untuk melihat kondisi para korban.

Ia juga mendatangi SMA 2 Kudus dan menemui siswa yang masih menjalani perawatan di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Kepada wartawan, Samani menyatakan seluruh armada ambulans milik puskesmas dan rumah sakit dikerahkan untuk menangani para korban.

Ia juga meminta seluruh rumah sakit memberikan perawatan maksimal kepada siswa dan guru yang terdampak.

“Semua ambulans kita kerahkan. Rumah sakit juga saya minta memberikan pelayanan terbaik kepada para korban,” kata Samani.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemerintah Kabupaten Kudus akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.

Evaluasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 30 Januari 2026, dengan mengundang seluruh kepala SPPG di Makodim Kudus.

“Besok pagi seluruh kepala SPPG akan kita undang untuk evaluasi di Makodim Kudus,” ujarnya.

Salah satu siswi kelas XII SMA 2 Kudus, Travelina, mengaku langsung merasakan mulas setelah mengonsumsi MBG pada Rabu siang. Ia bahkan harus bolak-balik ke kamar mandi hingga tiga kali.

“Saya kira cuma diare biasa. Ternyata banyak teman yang mengalami hal sama,” ungkapnya. Meski demikian, Travelina bersyukur karena kondisinya tidak sampai harus dirujuk ke rumah sakit.

Berdasarkan data terakhir per Kamis, 29 Januari 2026 pukul 15.00 WIB, tercatat sebanyak 117 siswa dan karyawan SMA 2 Kudus dirawat di tujuh rumah sakit berbeda.

Sementara itu, dari 31 pasien yang dirawat di RSUD Kudus, enam orang telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.

(ameera/arrahmah.id)

Keracunan MBGSMA 2 Kudus