Memuat...

'Israel' Berencana Pangkas Bantuan ke Gaza Hingga 66%, Abaikan Perjanjian Gencatan Senjata Trump

Zarah Amala
Jumat, 30 Januari 2026 / 12 Syakban 1447 10:50
'Israel' Berencana Pangkas Bantuan ke Gaza Hingga 66%, Abaikan Perjanjian Gencatan Senjata Trump
'Israel' pangkas bantuan Gaza saat kelaparan menghantui (QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Militer 'Israel' dilaporkan berencana memangkas drastis jumlah truk bantuan kemanusiaan yang diizinkan masuk ke Jalur Gaza, dari target 600 truk menjadi hanya 200 truk per hari. Rencana ini muncul hanya beberapa hari setelah pembebasan tawanan terakhir 'Israel', di tengah desakan internasional untuk meningkatkan bantuan guna mengatasi dampak genosida yang telah berlangsung selama dua tahun.

Sumber militer 'Israel' mengklaim bahwa evaluasi mereka menunjukkan Gaza hanya membutuhkan 200 truk per hari. Mereka juga menuding bahwa bantuan yang melebihi angka tersebut akan disita oleh Hamas, tuduhan yang telah dibantah keras oleh pihak Palestina dan tidak didukung oleh bukti sistematis menurut analisis USAID tahun 2025.

Langkah tersebut dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap "Rencana Perdamaian 20 Poin" yang diusulkan Donald Trump, mengingat kesepakatan itu mengamanatkan distribusi bantuan kemanusiaan tanpa hambatan melalui PBB dan lembaga internasional lainnya. Namun, data dari Kantor Media Pemerintah Gaza menunjukkan ketimpangan yang signifikan, di mana dari target kesepakatan sebanyak 60.000 truk sejak Oktober hingga Januari, realisasi di lapangan hanya mencapai 25.816 truk atau sekitar 43% dari kuota. Kondisi ini membuat rata-rata harian bantuan yang masuk hanya menyentuh angka 261 truk, jauh di bawah klaim pihak 'Israel' yang menyebutkan angka 600 truk per hari.

Selain membatasi volume, 'Israel' juga dilaporkan memblokir bahan pangan bergizi seperti daging, produk susu, dan sayuran. Sebaliknya, otoritas penjajah justru mengizinkan masuknya makanan ringan tidak bergizi seperti cokelat, keripik, dan minuman ringan. Bahan pokok untuk tempat tinggal seperti tenda, rumah prefabrikasi, dan karavan juga tetap dilarang masuk.

Lebih dari 100 lembaga kemanusiaan internasional kini menuduh 'Israel' melakukan "persenjataan bantuan" (weaponisation of aid) sebagai alat tekanan politik, yang secara langsung melanggar hukum humaniter internasional. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlineIsraelPalestinaGazabantuanblokade