Memuat...

'Israel' Akui Data 70 Ribu Korban Tewas di Gaza Saat Serangan Terus Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

Zarah Amala
Jumat, 30 Januari 2026 / 12 Syakban 1447 11:04
'Israel' Akui Data 70 Ribu Korban Tewas di Gaza Saat Serangan Terus Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata
'Israel' pada Kamis (29/1/2026) menyerahkan jenazah 15 warga Palestina kepada Palang Merah (European Pressphoto Agency).

GAZA – Militer 'Israel' untuk pertama kalinya mengakui secara resmi bahwa perkiraan data kementerian kesehatan di Gaza, yang mencatat angka 70.000 warga Palestina tewas selama perang, adalah akurat. Laporan surat kabar Haaretz pada Kamis (29/1/2026) menyebutkan bahwa militer 'Israel' kini menerima angka tersebut, yang bahkan belum mencakup ribuan korban hilang yang diduga masih tertimbun di bawah reruntuhan. Pengakuan ini menandai perubahan sikap drastis setelah sebelumnya 'Israel' terus membantah validitas data tersebut.

Meski ada pengakuan tersebut dan kesepakatan gencatan senjata masih berlaku, kekerasan di lapangan terus memakan korban jiwa. Di Khan Yunis, seorang pemuda (19) tewas ditembak di bagian dada oleh pasukan 'Israel'di Sheikh Nasser. Di lokasi lain, seorang pria (32) tewas di dekat jalan komite Palang Merah (ICRC). Di Gaza Tengah, serangan pesawat tak berawak (drone) 'Israel' di kamp pengungsi Maghazi menewaskan satu warga dan melukai lima lainnya. Militer Israel mengklaim serangan tersebut menargetkan anggota Hamas yang merencanakan serangan terhadap pasukannya. Di Rafah, pasukan 'Israel' terus melakukan peledakan gedung-gedung pemukiman dan melepaskan tembakan intensif dari kendaraan lapis baja di bagian utara kota.

Data dari Pusat Informasi Palestina menunjukkan bahwa sejak gencatan senjata dimulai pada 11 Oktober lalu, pelanggaran yang dilakukan militer 'Israel' telah mengakibatkan 508 warga Palestina tewas dan 1.356 warga Palestina terluka.

Pemulangan Jenazah dan Isu Perbatasan Di sisi kemanusiaan, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada Kamis memfasilitasi pemulangan 15 jenazah warga Palestina ke Gaza. Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan yang berlanjut setelah penyerahan jasad Ran Gvili, tawanan terakhir 'Israel', pada Senin lalu (26/1). Kepala misi ICRC, Adrian Zimmermann, menekankan bahwa gencatan senjata harus tetap dipertahankan guna memungkinkan masuknya bantuan melalui Perlintasan Rafah yang diharapkan segera dibuka kembali. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlineIsraelPalestinaGazakorban jiwajenazah palestina