GAZA (Arrahmah.id) - Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa tujuh warga Palestina kembali meninggal dunia akibat kelaparan dalam 24 jam terakhir, di tengah blokade total 'Israel' yang terus memperparah kondisi kemanusiaan.
“Rumah sakit mencatat tujuh kematian dalam 24 jam terakhir akibat kelaparan dan malnutrisi,” demikian pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Anadolu, Rabu (30/7/2025).
Dengan bertambahnya korban ini, jumlah total kematian akibat kelaparan sejak Oktober 2023 meningkat menjadi 154 orang, termasuk 89 anak-anak.
Sehari sebelumnya, Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, memperingatkan bahwa Gaza telah mencapai ambang kelaparan, dengan “kelaparan dan malnutrisi yang meluas” di seluruh wilayah, termasuk di kalangan anak-anak.
“Satu-satunya cara untuk membalikkan bencana ini adalah dengan membanjiri Gaza dengan bantuan dalam skala besar,” tulis Lazzarini di X.
Ia menegaskan bahwa “skenario terburuk kelaparan kini benar-benar terjadi di Gaza menurut para ahli dunia, ini adalah bencana kelaparan yang sepenuhnya disebabkan oleh manusia.”
Laporan IPC: Bencana Kelaparan Sedang Terjadi
Laporan terbaru dari Integrated Food Security Phase Classification (IPC), sistem pemantau kelaparan global, menyatakan bahwa skenario terburuk kelaparan kini sedang berlangsung di Gaza, di tengah konflik yang semakin intens, pengungsian massal, dan akses pangan yang sangat terbatas.
“Bukti yang terus bertambah menunjukkan bahwa kelaparan, malnutrisi, dan penyakit sedang menyebabkan peningkatan kematian terkait kelaparan,” kata IPC dalam laporannya.
Data terbaru mengungkap bahwa ambang kelaparan telah tercapai di sebagian besar wilayah Gaza, khususnya dalam hal konsumsi pangan dan tingkat malnutrisi akut di Kota Gaza.
Laporan tersebut juga menyoroti bahwa angka malnutrisi meningkat tajam sepanjang paruh pertama Juli. Lebih dari 20.000 anak dilaporkan telah dirawat karena malnutrisi akut antara April hingga pertengahan Juli, dan lebih dari 3.000 anak mengalami malnutrisi berat.
Rumah sakit melaporkan peningkatan tajam dalam jumlah kematian anak-anak balita akibat kelaparan. Setidaknya 16 anak di bawah usia lima tahun meninggal sejak 17 Juli.
“Langkah segera harus diambil untuk menghentikan permusuhan dan memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan secara besar-besaran tanpa hambatan,” tegas IPC. “Ini satu-satunya cara untuk menghentikan kematian lebih lanjut dan penderitaan manusia yang luar biasa.”
Pekan lalu, Program Pangan Dunia (WFP) PBB memperingatkan bahwa sepertiga dari populasi Gaza tidak makan selama beberapa hari berturut-turut akibat pengepungan 'Israel'.
Menurut WFP, satu dari empat warga Gaza saat ini hidup dalam kondisi seperti kelaparan, dan lebih dari 100.000 perempuan dan anak-anak menderita malnutrisi akut.
Data dari Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan bahwa setidaknya 147 orang meninggal akibat kelaparan sejak Oktober 2023, 88 di antaranya anak-anak. (zarahamala/arrahmah.id)
