TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Amerika Serikat (AS) dan 'Israel' dikabarkan telah mencapai kesepakatan strategis untuk bersiap melakukan serangan militer terhadap Iran jika situasi memburuk.
Dilansir Channel 14 Israel (27/1/2026), Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper telah bertemu dengan pejabat senior militer 'Israel' di Tel Aviv, di mana kedua pihak sepakat untuk melanjutkan kerja sama erat dan kesiapan militer terhadap ancaman yang dipandang datang dari Teheran.
Dalam pertemuan itu, pejabat AS menegaskan bahwa Amerika Serikat selalu siap untuk mengambil langkah militer spesifik terhadap Iran bila diperlukan, meskipun operasi semacam itu masih memerlukan waktu persiapan dan perencanaan lebih lanjut.
Beberapa sumber mengatakan rencana potensi serangan tersebut didasarkan pada konsep operasi cepat, mendadak, dan bersih, dan bahwa setiap tindakan bisa diarahkan untuk menargetkan individu atau fasilitas yang dianggap bertanggung jawab atas ancaman terhadap sekutu AS di kawasan, termasuk 'Israel'.
Komandan CENTCOM juga menegaskan komitmen kuat AS untuk melindungi sekutunya di Timur Tengah dan menyatakan bahwa Washington tidak akan membiarkan sekutunya terluka tanpa respons.
Langkah koordinasi militer ini terjadi di tengah penempatan kapal induk dan armada militer AS di kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari upaya menahan eskalasi dan menunjukkan kapabilitas angkatan bersenjata AS di dekat wilayah Iran.
Sementara itu, pemerintah Iran telah memperingatkan bahwa setiap campur tangan militer dari luar akan dianggap sebagai tindakan perang langsung, dan berulang kali menegaskan bahwa mereka siap mempertahankan wilayahnya terhadap serangan apa pun.
Situasi ketegangan ini mencerminkan dinamika yang terus berkembang antara Washington, Tel Aviv, dan Teheran, dengan retorika diplomatik dan militer yang bersaing di satu sisi, dan upaya diplomasi oleh beberapa negara lain untuk mencegah eskalasi menjadi konflik terbuka di kawasan yang sudah tegang. (hanoum/arrahmah.id)
