BAGHDAD (Arrahmah.id) -- Beberapa anggota kelompok milisi Syiah Irak Kataib Hezbollah yang didukung Iran dilaporkan secara sukarela mendaftar untuk misi bom bunuh diri. Hal ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat seiring ancaman konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, khususunya rencana serangan AS-Israel ke Iran.
Dilansir Caliber.NZ (27/1/2026), gambar yang dipublikasikan oleh media Iran International menunjukkan sejumlah anggota Kataib Hezbollah mengenakan kain kafan putih sambil menandatangani formulir sukarelawan untuk operasi bom bunuh diri yang digambarkan sebagai dukungan terhadap Iran jika terjadi eskalasi perang.
Kataib Hezbollah adalah bagian dari Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) di Irak dan dikenal sering bersikap keras terhadap ancaman terhadap Iran dan sekutunya.
Sebelumnya kelompok ini mengeluarkan seruan kepada para pejuang dan pendukungnya untuk siap menghadapi apa yang disebutnya “perang komprehensif” jika Iran diserang atau konflik regional meningkat, meskipun rincian operasi militernya tidak diungkap secara resmi.
Kelompok ini juga pernah terlibat dalam serangan terhadap pasukan AS dan sekutu di Irak dan Suriah, dan dinamika keanggotaannya sering memainkan peranan dalam kekuatan militer pro-Iran di kawasan.
Para analis menyatakan bahwa sukarelawan untuk aksi bunuh diri mencerminkan retorika ekstrem yang berkembang di beberapa kelompok milisi pro-Iran, yang melihat konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan kekuatan Barat sebagai titik infleksi bagi perjuangan ideologis mereka.
Keikutsertaan sukarelawan dalam misi bunuh diri dapat menjadi indikator kenaikan eskalasi retorika dan kesiapsiagaan militan jika perang meluas di kawasan.
Hingga kini tidak ada konfirmasi resmi dari pemerintah Irak atau pimpinan Kataib Hezbollah mengenai rencana konkret penggunaan pelaku bom bunuh diri atau penjadwalan operasi semacam itu, namun laporan sukarela ini meningkatkan kekhawatiran tentang potensi kekerasan yang lebih besar di kawasan yang sudah tegang. (hanoum/arrahmah.id)
